MENCINTAI DIRI SENDIRI ITU KEWAJIBAN BUKAN EGOIS


MENCINTAI DIRI SENDIRI ITU KEWAJIBAN BUKAN EGOIS



Pada tanggal 14 Maret lalu sebuah buku berjudul “I Love Me” yang diterbitkan oleh Gramedia telah diluncurkan bersamaan dengan sebuah talk show dengan tema “First Love Yourself”.  Dari judulnya saja kita tentu sudah bisa mengira apa yang akan dibahas pada keduanya. Yes, cintai dirimu karena kamu berharga.

Meski terlihat sederhana namun pada kenyataannya mencintai diri sendiri tidak semudah itu. Kenapa? Karena manusia memiliki kecenderungan untuk lebih memerhatikan dan mencintai orang lain terlebih dahulu. Hal ini telah ditekankan sejak masih kecil tentu saja tujuannya agar anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang egois dan dapat mencintai orang lain. Namun kebanyakan justru menjadi boomerang bagi perkembangan konsep diri seorang anak. Seringkali saat dewasa merasa dirinya tidak sepenting orang lain.

Saat darurat selamatkan dirimu dahulu


Dalam sebuah penerbangan saat awak kabin memperagakan cara-cara keselamatan jika terjadi hal yang tidak idharapkan dijelaskan bahwa yang pertama dan harus diutamakan adalah menyelamatkan diri sendiri dahulu baru orang lain. Seperti saat kita menggunakan masker oksigen bahkan seorang ibu harus menggunakan masker untuk dirinya sendiri terlebih dahulu baru untuk anaknya.

Standar keselamatan adalah menyelamatkan diri sendiri baru kemudian orang lain ini bisa juga menjadi pedoman bagi kita. Kita harus bisa menerima dan mencintai diri sendiri terlebih dahulu baru mencintai orang lain dengan benar.

Pentingnya Mencintai Diri Sendiri


Buku berjudul “I Love Me” yang diterbitkan kelompok Kompas Gramedia ini ditulis oleh tim iBunda.id berisi panduan praktis untuk lebih mencintai diri sendiri. Buku ini bukan hanya beisi teori saja namun juga terdapat form isian yang harus kita isi dengan jawaban-jawaban yang jujur tentang diri sendiri untuk lebih mengenal diri kita.

Ternyata hal tersulit di dunia ini adalah mengenal diri sendiri. Berjalan tanpa mengenal diri kita sama seperti orang berjalan dengan mata tertutup. Kita akan sulit mengarahkan ke tujuan yang ingin kita capai.

Apakah Kamu Bahagia dengan Diri Sendiri?


Sebuah pertanyaan yang sangat penting untuk ditanyakan kepada diri sendiri “Apakah kamu bahagia dengan diri sendiri?”  dalam buku ini ada bagian menjawab tentang self love quiz.  Lagi-lagi kita diharuskan jujur kepada diri sendiri saat menjawabnya. Karena ini sungguh pribadi jadi sudah sebaiknya kita jujur dan tidak berpura-pura karena ini saat terbaik untuk memahami siapa kita sebenarnya.

Apakah kita sudah mengenal diri sendiri dengan baik?  Apakah saat sendirian kita merasa kesepian. Saat seperti apa kita merasa sedih, marah, kecewa dan bahagia? Melalui refleksi diri kita melatih diri untuk bisa mengambil pelajaran dari setiap derap langkah yang telah dilalui.

Terima dan Sayangi Dirimu


Kita adalah orang pertama yang harus bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan kita. Kemudian dengan menerima itu semua kita akan bisa mencintai diri sendiri dengan sepenuhnya. Untuk bisa melakukan semua itu memang membutuhkan latihan dan mampu menrima masa lalu sebagai bagian dari hidup kita.

Masa lalu adalah bagian yang akan terbawa sampai kini dan masa depan. Jika masih ada ganjalan di masa lalu maka kita harus menyelesaikannya agar tidak menjadi beban yang terus dibawa ke masa depan.

Seperti yang dilakukan bersama dalam acara talk show tersebut yaitu writing therapy yang dipandu oleh dr Andreas psikiater. Kita diajak bertemu masa lalu yang ingin kita selesaikan dan agar kita menjadi lega karena tak lagi ada ganjalan. Sebuah perjalanan pribadi yang sangat syahdu ini menggiring saya bertemu diri sendiri saat kanak-kanak, menanamkan sebuah pikiran bahwa aku yang dewasa ini baik-baik saja karena aku saat kana-kanak telah berhasil bertahan.

Kenali diri sendiri dan dan cintai dengan mengembangkan seluruh kemampuan sebagai modal menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri. Mencintai diri sendiri itu kewajiban bukan keegoisan.

Salam

Eka Murti

Artikel Terkait