Cara Mencegah Kanker Serviks [Kanker Leher Rahim]

Cara Mencegah Kanker Serviks [Kanker Leher Rahim]



Cara Mencegah Kanker Serviks  (Kanker Leher Rahim) perlu diketahui oleh masyarakat luas. Bagi perempuan, salah satu momok yang menakutkan adalah kanker leher rahim. Penyakit ini merupakan kanker kedua terbanyak di Indonesia yang menyerang perempuan setelah kanker payudara.

World Cancer Day (WCD) diperingati setiap tanggal 4 Februari, sebagai tonggak untuk mewaspadai meluasnya penyakit kanker.  Kementrian kesehatan melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) mengadakan acara Pertemuan Social Media Influencer dalam Rangka Memperingati Hari Kanker Sedunia, guna mensosialisasikan program penanggulangan kanker di Indonesia agar dapat dipahami dan menjadi landasan bagi masyarakat untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap penyakit kanker.

Penyakit kanker hingga kini belum ditemukan penyebab pastinya, namun tentu saja ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena kanker.  Masyarakat harus menyadari bahwa kanker dapat menyerang siapa pun tanpa memandang usia, gender, maupun tingkat sosial.

Kanker Adalah Penyakit Tidak Menular (PTM)


Kanker adalah istilah untuk penyakit akibat pembelahan sel abnormal yang tidak terkendali dan dapat menyerang jaringan di sekitarnya. Kanker merupakan penyakit tidak menular kecuali kanker serviks.  Namun secara keseluruhan penanggulangan kanker serviks di Indonesia masuk dalam kategori  penyakit tidak menular (PTM), karena juga terkait erat dengan pola hidup.

Penyakit kanker merupakan penyakit yang membutuhkan pembiayaan kesehatan terbesar setelah penyakit jantung. Dengan demikian nampak bahwa kanker merupakan penyakit yang membutuhkan biaya besar dalam penanggulangannya. Selain obat-obatan kanker yang masih mahal juga peralatan pengobatan kanker yang juga mahal dan masih terbatas jumlahnya. 

Meningkatnya jumlah pasien kanker di Indonesia terkait pola hidup masyarakat. Oleh sebab itu kementrian kesehatan terus berupaya menyebar luaskan program-program untuk menyadarkan masyarakat akan arti pentingnya menjalani pola hidup sehat.

 Mengapa Hanya Kanker Serviks yang Bisa Menular?


Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan  oleh  human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.  Karena penyebabnya adalah virus maka kanker serviks bisa menular. Di Indonesia hanya 5 persen  yang melakukan pencegahan Kanker Leher Rahim. Sebanyak 80% dari penderita kanker serviks ketika terdeteksi sudah dalam stadium lanjut.

Varian yang sangat berbahaya dari virus ini adalah HPV tipe 16, 18, 45 dan 56. Virus HPV menular melalui kontak langsung dengan lesi yang terinfeksi. Masa inkubasi HPV 3-4 bulan (bervariasi 1 bulan hingga 2 tahun).



Kanker Serviks di Indonesia


Menurut laporan Global Cancer Observatory di tahun 2018, diperkirakan terdapat 32.469 kasus per tahun kanker serviks di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 18.279 orang. Angka ini yang membuat Indonesia menduduki urutan kedua kasus kanker serviks terbanyak di dunia. (Sumber: https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf)

Gejala

Pada stadium awal infeksi HPV seringkali tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Namun saat gelaja telah muncul maka kanker serviks sudah mencapai stadium lanjut. Gejala-gejala yang muncul antara lain:
Pendarahan pada vagina
  • keputihan abnormal
  • nyeri pada panggul
  • siklus menstruasi tidak teratur
  • perdarahan sesudah menopause
  • nyeri saat berhubungan seksual
  • badan lemas dan berat badan turun
  • cairan vagina berbau tidak normal(kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).


Faktor Risiko Kanker Serviks


Faktor Alamiah

Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang s

ecara alami terjadi pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker serviks. Tetapi hal ini tidak hanya sekadar orang yang sudah berumur saja, yang berusia muda pun bisa terkena kanker serviks. Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Sistem imun yang rendah membuat tubuh tak bisa melawan virus, sehingga virus menjadi ganas.

Jenis kelamin, kanker serviks hanya menyerang wanita karena laki-laki tidak memiliki leher rahim.
Faktor genetik tidak berperan karena siapapun bisa menderita kanker serviks jika terinveksi virus HPV.

Faktor Pola Hidup

Penyebab utama terjadinya infeksi HPV adalah melalui hubungan seksual.

Memiliki koinfeksi dengan mikroba penyebab infeksi pada Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara lain sifilisgonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin, dan virus HPV.

Selanjutnya adalah faktor risiko akibat keputusan yang dibuat oleh diri sendiri diantaranya berhubungan seksual pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner seks. Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko penularan penyakit kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks maka semakin banyak anak akan semakin sering terjadi trauma pada serviks.

Cara Mencegah Kanker Serviks

Lakukan deteksi dini dengan cara:

IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dapat membantu menyelamatkan banyak wanita karena mudah hanya memerlukan alat sederhana, murah dan hasilnya pun cepat diketahui. Pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah dan hasilnya bisa langsung diketahui. Tes IVA saat ini dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, bahkan bidan-bidan pun dapat melakukannya.

Pap Smear merupakan pemeriksaan sederhana yang dapat mengenali kelainan pada serviks. Dengan rutin melakukan papsmear, kelainan pada serviks akan semakin cepat diketahui sehingga dapat segera ditangani jika terlihat ada keabnormalan pada hasil tes tersebut.

Vaksin HPV dapat diberikan pada perempuan usia 10 hingga 55 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali. Kementrian kesehatan melalui Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) telah mulai melaksanakan program vaksin HPV pada remaja melalui sekolah-sekolah, diharapkan program ini dapat  terus berkesinambungan dan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga semakin banyak perempuan generasi muda yang terlindungi dari virus HPV.

Penatalaksanaan Kanker Serviks


Penatalaksanaan kanker serviks dilakukan berdasarkan stadium kanker pada pasien. Modalitas terapi dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi.
Selain itu juga dibutuhkan terapi suportif dan terapi paliatif pada pasien kanker stadium lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup.


Pola Hidup Sehat Cegah Kanker


Ubah pola hidup tidak sehat yang menjadi faktor risiko terkena penyakit kanker. Dengan menjalani hidup sehat maka hidup akan lebih berkualitas tanpa terkena penyakit tidak menular. Cara mencegah Kanker Serviks adalah dengan pola hidup sehat, bersih dan lakukan deteksi dini secara rutin. 

Perempuan Indonesia khususnya sudah saatnya menyadari serta waspada terhadap penyakit kanker serviks dan memahami cara pencegahannya.



Salam
Eka Murti

Artikel Terkait