Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat bukan Amat Bodo


Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat bukan Amat Bodo





“If you want to change how you see your problems, you have to change what you value and/or how you measure failure/success.”
Mark Manson
Bedah Buku Gramedia

 Menerima Negatif Thinking


Saat membaca judul buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” saya pikir penulisnya adalah orang galau yang mengambil sikap apatis terhadap lingkungannya. Namun membaca lembar demi lembar ternyata buku ini berisi pemikiran yang koheren dan sistematik namun menggunakan bahasa sederhana yang mudah dimengerti pembaca.
Mark Manson sang penulis jelas bukan orang apatis yang menggiring pembaca untuk bersikap negatif. Meski satu per satu dikelupas dengan kalimat-kalimat negatif pada dasarnya Manson adalah seorang motivator. Dia memfokuskan pada penerimaan diri setiap orang secara terbuka.

Artinya tidak perlu menutupi segala keburukan dengan terus berpikir positip. Manusiawi jika kita memiliki keinginan yang bersifat egois, meski ujung-ujungnya Mark tetap memberikan solusi secara postip.

Bapak Indra Gunawan Masman, MBA (Komisaris Gramedia) menjadi narasumber dalam acara Bedah Buku pada 22 November 2019 di Gramedia Matraman.

Menurut Bapak Indra buku yang berjudul asli “The Subtle Art of Not Giving A F-ck”  ini telah mengalami puluhan kali cetak ulang tepatnya 32 kali naik cetak semenjak Februari 2018 dan terjual lebih dari 235 ribu exemplar.


Bedah Buku Gramedia

Masa Bodo Sebuah Paradoks


Bagi pengikut motivator aliran kanan atau yang berbasis postif thinking buku ini merupakan sebuah paradoks. Pembaca dibiarkan memiliki pemikiran bebas apapun tentang dirinya. Meski banyak pengikutnya, Manson adalah seorang blogger terkenal, tidak pernah menginkan siapapun mengkultuskan tulisannya atau menjadikannya kitab suci. Dia sama sekali tidak keberatan jika ada yang mengkritisi atau bahkan tidak setuju dengan pandangannya. Karena menurutnya tidak ada satu orang pun yang berhak mengatur-ngatur hidup orang lain bahkan meskipun seorang motivator.

Kebebasan berpikir adalah esensi setiap manusia. Manson memberi pilihan pada setiap orang untuk membesakan dirinya sendiri dari belenggu pemikiran-pemikiran orang lain. Menjalani hidup melalui keputusan yang diambilnya sendiri.

Bedah Buku Bedah Pikiran


Bedah Buku Gramedia

Bedah buku “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” sejatinya adalah membedah pemikiran sang penulis.  Sebuah buku harus diterjemahkan dengan baik dan benar agar pesannya sampai kepada pembaca dari seluruh dunia.

Dengan diterjemahkannya buku ini ke dalam bahasa Indonesia semakin luas pula segmen pembaca yang dapat dijangkau. Buku motivasi memang masih menduduki peringkat tinggi dan konsisten pertumbuhannya dalam dunia publishing di Indonesia.

Selain buku ini telah terkenal di negara aslanya dan dengan cepat mendunia, pembaca di Indonesia rupanya juga terpikat oleh judul yang membuat penasaran. Salah satu cara agar sebuah buku menjadi best seller adalah keterlibatan penulis dengan pembaca, dalam hal ini Manson telah melakukannya dengan menjadi seorang blogger. Judul yang menarik dan eye cathing tentu menjadi daya tarik utama orang meliriknya di antara buku-buku lainnya.
Isi atau konten menjadi kunci tentu saja. Seperti yang dilakukan Manson memulai dengan judul yang controversial dan konten yang lebih controversial lagi. Seperti member sebuah alternatif dalam keriuhan dunia motivasi. Memberi pandangan yang berbeda bagi pembaca.

Bedah Buku Gramedia

Tentukan Jalanmu sendiri

Buku motivasi apapun ujung-ujungnya akan percuma jika diri sendiri tidak memiliki motivasi kuat untuk berubah. Bukan berubah menjadi orang lain yang tentu saja selain sia-sia juga sangat melelakan, namun menjadi diri sendiri yang terbaik.

Memang tidak mudah, namun kita tetap harus melangkah. Membaca buku ini menjadi sebuah pengalaman memperluas wawasan yang berujung pada pemikiran ke dalam diri sendiri. Karena hidup kita milik kita sendiri untuk dipergunakan sekehendak hati dan menerima segala konsekuensi tentunya.

“True happiness occurs only when you find the problems you enjoy having and enjoy solving.”

Mark Manson


Ubah sudut pandang dan komit dengan keputusan yang telah dibuat. Terutama terima diri sendiri dan jalani hidup dengan gembira.

Salam

Eka Murti


Artikel Terkait