KEMBANGKAN BUDAYA BAIK MENGGUNAKAN TRANSPORTASI PUBLIK LRT JAKARTA


KEMBANGKAN BUDAYA BAIK MENGGUNAKAN TRANSPORTASI PUBLIK LRT JAKARTA

LRT Jakarta

Transportasi publik khususnya di kota besar seperti Jakarta merupakan sebuah kebutuhan yang krusial. Pertumbuhan penduduk seiring berkembangnya laju bisnis di ibu kota menciptakan daerah-daerah satelit yang juga turut berkembang di sekitar Jakarta. 

Pergerakan masyarakat di dalam kota menuntut efisiensi waktu yang tinggi. Hal ini menjadi permasalahan mengingat hingga saat ini kemacetan di Jakarta khususnya saat jam sibuk masih menjadi problem yang belum sepenuhnya teratasi.

Mengenal LRT Jakarta


St LRT
Velodrome
Transportasi publik adalah solusi yang paling efektif mengatasi arus pergerakan masyarakat di tengah kemacetan lalu lintas Jakarta. LRT atau Light Rapid Transport merupakan alternatif tepat dengan kemampuan mengangkut hingga 1080 penumpang perhari serta head away 5*15 menit. Dan LRT Jakarta saat ini telah siap beroperasi di koridor rawa mangun- pegangsaan dua sepanjang 5,8 kilo meter. 

Jalur ini memotong kemacetan di daerah kelapa gading yang merupakan salah satu pusat bisnis penting. Sehingga jarak tempuh menjadi lebih cepat dibanding menggunakan kendaraan bermotor.

Keunggulan LRT Jakarta adalah karena memiliki jalur khusus sehingga tidak mengganggu lalu lintas kendaraan bermotor.  

Dalam memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengguna LRT Jakarta telah menyiapkan sarana dan prasarana dengan skala internasional. Selain itu para pegawai pun telah mendapat pelatihan untuk menghadapi aneka permasalahan di lapangan.

St. velodrome
LRT Jakarta dibangun dengan konsep ramah bagi seluruh pengguna termasuk anak-anak dan difabel. Elevator tersedia di setiap stasiun LRT diperuntukan bagi penguna yang membutuhkan. Lajur masuk, vending mechine untuk pembelian tiket pun disesuaikan dengan kebutuhan setiap pengguna tanpa terkecuali. Bagi penderita tuna netra juga telah dibuat jalur khusus sesuai standar internasional.


Satu seri LRV terdiri dari dua gerbong yang dapat dirangkai hingga tiga seri atau enam gerbong per trip. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan jumlah penumpang di jam-jam tertentu. Jam operasional LRT Jakarta adalah: senin-jumat dari jam 6.00-22.00 serta weekend 7.00-23.00. jadwal ini disesuaikan dengan jam operasional bisnis di sepanjang jalur koridor rawa mangun-pegangsaan dua.

Bersama bpk. Fajar
Ka. St Pegangsaan Dua

Setiap stasiun ada seorang kepala stasiun yang bertanggung jawab. Selain itu di setiap area stasiun telah di pasang kamera CCTV yang dimonitor langsung dari kantor pusat. Sehingga jika terdapat kerusakan di salah satu stasiun akan langsung diketahui dan dapat diatasi dengan cepat.


Integrasi Transportasi Publik di Jakarta


Kemudahan dan kenyamanan menggunakan transportasi publik merupakan syarat utama agar pengguna beralih dari moda transportasi pribadi. Selain efisiensi waktu juga efektivitas moda transportasi menjadi hal mendasar bagi pengguna. Kemudahan berpindah moda transportasi secara terintegrasi di seluruh wilayah Jakarta adalah kebutuhan yang tak terelakan lagi.

LRT Jakarta tak hanya berhenti di koridor ini saja, melainkan telah merencanakan fase ke dua yang akan segera direalisasikan pembangunannya. Serta adanya itegrasi dengan Trans Jakarta tentu membuat perjalanan pengguna semakin dimudahkan. 

Selain itu tentu saja sistem pembayaran yang juga terintegrasi menjadikan transportasi publik pilihan utama bagi warga masyarakat Jakarta.

Budaya Baik Dalam Menggunakan Transportasi Publik



Sarana transportasi publik adalah milik bersama, agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam jangka waktu yang panjang. Pemeliharaan sarana dan prasarana memang menjadi kewajiban pengelola, namun pengguna pun wajib turut serta dalam menjaganya. Ikuti aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban adalah budaya baik yang harus dikembangkan di masyarakat. Dari mulai anak-anak hingga dewasa diharapkan mampu turut serta menyebarluaskan budaya baik ini.

Salah satu contoh adalah menjaga kebersihan, area-area mana yang diperbolehkan untuk makan atau justru dilarang, bagaimana menggunakan timbol-tombol sesuai kebutuhan dan bukan untuk mainan atau iseng-iseng belaka. Meski nampak sepele namun hal-hal ini merupakan sebuah kebiasaan yang nantinya menjadi karakter pengguna transportasi umum di Jakarta dan di Indonesia secara keseluruhan. 

Dengan membiasakan budaya yang baik dalam menggunakan transportasi public maka otomatis keamanan dan ketertiban akan terjamin. Sehingga setiap pengguna akan merasakan menguunakan transportasi publik yang aman dan nyaman. Tak ada kekhawatiran atau merasa terganggu dengan tingkah polah oknum yang melanggar aturan, mementingkan diri sendiri atau bersikap tidak toleran.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2019, PT LRT Jakarta mengadakan acara sosialisasi yang bertemakan “Edukasi Budaya Baru Bertransportasi Publik – Melaju Bersama Menuju Jakarta yang Maju Kotanya dan Bahagia Warganya.”

Acara ini turut mengundang anak-anak sekolah dan mahasiswa/i sekitar Kelapa Gading, teman-teman disabilitas, dan juga berbagai komunitas.

Menjadi penguna transportasi publik yang bertanggung jawab adalah sebuah keharusan, sebarkan budaya baik ini seluas-luasnya agar transportasi publik di Jakarta berkembang dan dapat memenuhi kebutuhan warganya dengan memberikan pelayanan yang terbaik.  Budaya baik akan menjadi karakter warga kota yang baik dan menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Salam,

Eka Murti

#LRTJakarta #ayonaikLRTJ  #EdukasiBudayaBaruBertransportasiPublik








Artikel Terkait