Meja Makan dan Keluarga Indonesia pada Era Industri 4.0



Meja Makan dan Keluarga Indonesia di Era Industri 4.0


BKKBN: KELUARGA INDUSTRI 4.0
Blogger berfoto bersama bapak Dr.dr.M. Yani, M.Kes,PKK,
Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN


Saat ini kita berada pada fase industri 3.0 dimana telah memasuki era komputerisasi dan automatisasi industri.  Beberapa tahun ke depan akan memasuki tahap ke empat atau industri 4.0 yaitu era sistem siber-fisik. Manusia akan terhubung melalui jaringan internet, demikian pula industri akan saling terkait, sebagai salinan dunia fisik secara virtual.

Kemudahan akses serta luasnya kemungkinan dalam era industri 4.0 ini akan mempengaruhi keluarga Indonesia secara langsung. Sudah siapkah generasi industri 3.0 menciptakan generasi industri 4.0 yang tangguh?

Perubahan era industri mempengaruhi pola asuh dalam keluarga secara signifikan. Cara orang tua pada generasi industri terdahulu tentulah berbeda dalam pola asuh anak dengan masa kini. Tantangan ke depan harus benar-benar menjadi perhatian seluruh komponen bangsa. Indonesia mengharapkan generasi penerus yang mampu bersaing dalam industri 4.0 bukan hanya dalam hal teknis kemampuan namun juga memiliki kekuatan karakter yang baik.

Pola Keluarga Kecil

Pada era industri 1.0 maupun 2.0 jamak ditemui sebuah keluarga yang hidup bersama bukan hanya keluarga inti saja namun ada nenek-kakek maupun anggota keluarga lainnya, atau biasa disebut sebagai extended family. Setiap anggota keluarga memiliki peran yang jelas sesuai fungsi dalam keluarga. Bisa dikatakan secara tradisional ayah sebagai kepala keluarga adalah tulang punggung dalam mencari nafkah untuk menghidupi seluruh keluarga.

Kini, pola keluarga berubah menjadi keluarga kecil, hanya keluarga inti saja yang tinggal dalam satu rumah. Jika di era sebelumnya istri/ ibu berperan dalam urusan domestik, saat ini peran tersebut telah bergeser, beberapa perempuan mulai aktif di sektor publik dengan bekerja dan berkarir di luar rumah.

Dari kedua gambaran tersebut jelas pola asuh anak akan sangat berbeda, hingga output yang dihasilkan pun tentu berbeda pula. Selain itu, tantangan yang dihadapi sebuah keluarga sudah berkembang menjadi lebih luas. Membatasi arus informasi dari luar yang membanjiri rumah secara masiv semakin sulit. Teknologi memungkinkan akses informasi dengan mudah, bukan hanya informasi positif namun juga negatif.

Peran orang tua sekarang memiliki tuntutan yang berbeda dengan orang tuanya di masa lalu.

Revolusi Keluarga 4.0


level industri, sumber wikipedia.com


Keluarga harus siap menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat. Revolusi keluarga 4.0 adalah platform bagi keluarga dalam mempersiapkan generasi penerus yang tangguh. Agar keluarga di seluruh wilayah Indonesia siap dalam menghadapi era Industri 4.0 ini, maka dibutuhkan peran pemerintah sebagai katalisator dan akselerator bagi program kesiapan keluarga Indonesia.

Mengapa pemerintah perlu turun tangan?


Jelas sekali diperlukan peran serta aktif dari pemerintah untuk membuat gerakan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan dampak negatif banjirnya iformasi dan pergeseran sistem dalam masyarakat. Negara adalah salah satu sistem pendukung terluas bagi peretumbuhan dan perkembangan keluarga. Membutuhkan seluruh negeri untuk mempersiapkan generasi bangsa yang dapat mengambil bagian dalam industri 4.0 secara maksimal. Memiliki kemampuan yang tangguh dan karakter yang kuat.

BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanl) merupakan lembaga yang mengemban tugas agar program dan materi program tersampaikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat. Khususnya yang tinggal di daerah pedesaan harus juga dapat terjangkau dan mudah dalam mengakses materi program secara keseluruhan.

Sejatinya, persoalan keluarga ini adalah tantangan bagi bangsa yang arus ditangani secara holistik dan lintas sektoral. Lembaga pemerintahan selain BKKBN pun mengemban tanggung jawab yang sama besarnya.

Masyarakat sering kali memandang tugas pokok dan fungsi BKKBN hanya persoalan "keluarga berencana dengan 2 anak cukup", saja.

Pengendalian jumlah penduduk hanya salah satu tugas BKKBN, tugas lain adalah menjadikan keluarga Indonesia mampu menjadi keluarga tangguh, mandiri dan mendidik generasi penerus yang terbaik.. Salah satunya adalah melalui platform keluarga 4.0, program pengembangan keluarga di era industri 4.0.
Dalam idustri 4.0 generasi muda yang dicetak harus memiliki bekal ilmu dan keahlian yang memadai serta memiliki karakter yang baik. Pembentukan karakter terkait dengan fungsi sosial keluarga yang bekerja maksimal. Oleh karenya harus dipersiapkan sejak dini dan dimulai dari keluarga.

Meja Makan dan Keluarga Indonesia yang Tangguh

BKKBN; KELUARGA INDUSTRI 4.0
bersama ibu Roslina verauli (Vera), psikolog

Industri 4.0 mempengaruhi komunikasi dalam kleuarga secara langsung. Keluarga mendapat gempuran dampak perubahan teknologi dari berbagai sisi. Salah satunya adalah arus komunikasi yang dahulu dilakukan secara verbal dan langsung, kini bergeser menggunakan gawai.

Namun sesungguhnya, pertemuan keluarga menjadi sangat penting agar informasi yang mengalir dalam keluarga tersampaikan secara langsung pada setiap individu. Cara yang paling efektif dalam menciptakan waktu berkualitas adalah di meja makan.

Berkumpul di meja makan, berkumpul bersama, makan bersama dan mengalirlah informasi. Penting diingat informasi yang haruslah informasi psoitif, karena hal itu akan berdampak signifikan dalam memperkuat karakter anggauta keluarga.

Informasi negative sering kali bukan hanya soal isi informasinya namun juga cara penyampaiannya. Jika disampaikan secara negatif maka akan diterima dengan negatif juga. Untuk itu berkomunikasi butuh dilatih secara terus-menerus, khususnya orang tua agar mampu mendidik dan mencetak generasi penerus yang berkarakter kuat.

Dengan berkumpul di meja makan, setiap anggota keluarga memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan maupun menerima informasi. Hal ini merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan keluarga.

Meski tak seluruh keluarga adalah keluarga ideal, namun tetap penting berkumpul bersama seperti ini. Agar individu merasa selalu mendapat dukungan dari anggota kelurga lainnya.
Kedekatan emosional yang dirasakan individu kepada setiap anggota keluarganya penting dibangun . Dengan berbagi informasi, ide dan perasaan akan mengubah relasi dalam keluarga.

Kembali ke meja makan, berkumpul dalam waktu santai, memperkuat ikatan keluarga. Informasi yang tersampaikan dengan baik akan diterima dengan senang hati dan membahagiakan. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang mendukung serta mencintainya akan memiliki karakter kuat, tak mudah terombang ambil oleh perubahan zaman. Tak hanya persoalan gagap teknologi yang harus diatasi namun juga gagap sosial, jangan sampai karena kecanggihan teknologi justru menciptakan individu yang gagap sosial.

Perkuat keluarga Indonesia, mulai dari meja makan menuju generasi cerdas ilmu dan berkarakter di era industri 4.0.


Salam

Eka Murti

#Revolusikeluarga4
#KeluargaIndustri4


Artikel Terkait