Anak Zaman Now dan Era Indutri 4.0


Anak Zaman Now dan Era Indutri 4.0


Industri 4.0 sumber: Pixabay


Anak  zaman now adalah generasi yang akan mengisi pembangunan bangsa pada era industri 4.0. Secara sederhana era industri 4.0 dapat digambarkan sebagai sebuah dunia yang terkait dengan teknologi digital, kegiatan perekonomian tidak lagi perlu hadir secara fisik, namun dapat berlangsung secara virtual, atau disebut juga sebagai ekonomi digital.

Era tersebut sudah mulai terlihat saat ini dengan maraknya pembayaran melalui aplikasi yang bisa diakses melalui gawai. Tak perlu ada kehadiran uang secara fisik pun kita bisa pergi kemana-mana dengan naik ojek online, berbelanja melalui online shop, bahkan membeli semangkuk bakso pun kini bisa hanya dengan melakukan scan barcode yang tertempel di gerobak si penjual. Praktis, dan tak perlu repot mencari kembalian jika pembayaran dengan pecahan nominal besar. Hal ini juga berlaku sebaliknya, berbelanja di toko retail kadang memberi harga ajaib, sementara uang fisik pecahan tersebut nyaris tak tersedia, jika dibayar dengan kartu atau dana virtual pembayaran bisa pas sesuai harga.

Anak Muda dan Teknologi


Saat segala keperluan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah tentu membuat kita merasa nyaman, terlayani dengan maksimal. Namun ada sisi buruk dari banjirnya informasi melalui media digital atau internet yang telah menjadi kebutuhan sehari-hari saat ini.

Orang tua tak dapat menjauhkan anak dari kecanggihan teknologi. Bagaimanapun itu adalah bagian dari kehidupan mereka di masa datang. Jangan sampai karena terlalu dibatasi anak menjadi gagap teknologi  dan justru menyulitkan kehidupannya kelak. Ingat, anak-anak adalah pemilik masa depan.

Anak harus paham teknologi, namun harus ada benteng kuat yang menjaga mereka agar tak tersesat dalam labirin ketidaktahuaan. Usia remaja adalah masa-masa pencarian jati diri, secara psikologis remaja masih belum mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang. Akan tetapi akses informasi yang mudah telah membuat anak memiliki pengetahuan yang luas. Semangat yang dan rasa ingin tahu yang besar seringkali membuat remaja mengambil keputusan tanpa pikir panjang.


Remaja dan Media Sosial


Media Sosial, sumber: Pixabay 

Peran orang tua dan juga pemerintah sangat penting dalam menjaga generasi penerus agar tak rusak akibat efek samping kemajuan teknologi ini.   Salah satunya adalah media sosial. Remaja, bahkan beberapa anak dengan usia lebih muda sudah pandai dan paham tentang fungsi media sosial. Namun, kadangkala mereka terseret arus dalam bermedia sosial. Contoh yang marak terjadi adalah menggunakan media sosial untuk menyebar kebencian ataupun berita bohong (hoax). 

Seringkali para remaja tak paham benar akibat perbuatannya, merasa bahwa media sosial adalah dunia yang bebas tanpa aturan. Fakta bahwa ada hukum tentang penyalahgunaan informasi teknologi tak mereka gubris atau bahkan tidak tahu tentang adanya undang-undang ITE.

Pendampingan orang tua perlu untuk memberi pemahaman bahwa media sosial bukanlah tempat orang berbuat sesuka hati tanpa mendapat konsekuensi. Media sosial juga bukan dunia nyata dimana setiap komentar yang didapat menjadi penting dan membuat kehidupan nyatanya terganggu.

Cyber bulliying marak dilakukan oleh siapapun di media sosial. Menyerang tanpa ampun, bahkan tak memandang jika korbannya masih remaja. Disini peran orang tua dan juga pemerintah sangat diperlukan, agar tak ada lagi remaja yang menjadi korban media sosial.
Jika dikupas lebih jauh maka efek negatif media sosial menjadi sangat luas, mencakup penipuan, trafficking dan lain-lain. Orang tua perlu mendampingi dan memberi pemahaman bagaimana bermedia sosial yang bijak, agar anak terlindungi dan justru mendapat manfaat dari media sosial.

Artikel terkait:



Anak Zaman Now dan Kemandirian Ekonomi


Dalam era industri saat ini siapapun dapat menjadi pelaku ekonomi. Tak terkecuali remaja. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan jika dikelola dengan bijak. Kemandirian ekonomi pada remaja adalah remaja yang mampu mengelola uang dengan baik, berhasil mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, sebagai sumber daya produktif untuk menunjang kehidupan masa depannya.

Anak muda menjadi pengusaha? Zaman sekarang tak ada yang mustahil. Dengan mengoptimalkan kemampuannya, anak zaman now pun bisa berprestasi dan mandiri secara ekonomi. Berbagai kemudahan yang tersedia membuka banyak peluang bagi anak muda berkembang. Selain itu juga banyak pengusaha muda sukses yang bisa menjadi contoh dan teladan yang tentu tak pelit berbagi ilmu.

Salah satunya adalah Wempy Dyocta Koto (@wempydyoctakoto), pemuda kelahiran Minang yang telah memiliki usaha dengan omzet miliaran. Memulai usaha dengan startup dan kini telah mendunia. Meski masih berusia muda Wempy telah berhasil menjalani karir cemerlang sebagai seorang konsultan manajemen.

Wempy Dyocta Koto
Wempy Dyocta Koto, Investor & Mentor Startup Global 


Bagi Wempy, seorang Capitalis Ventura yang merangkap Mentor Startup Global, sekarang setelah berhasil mencapai impiannya yang terpenting adalah membantu generasi muda untuk meraih impian mereka. Wempy kembali ke Indonesia untuk membantu pengusaha muda maraih mimpinya sesuai jalan yang mereka pilih. Karena menurutnya hidup tanpa mimpi itu hampa. Dia juga mengatakan bekerja jangan mengejar uang, makin dikejar uang akan makin lari, tapi kejar impian maka uang akan datang.  

Mengajar anak muda dengan bisnis-bisnis starup mereka sendiri, dengan melalui setiap tahapannya hingga startup tersebut siap untuk mendapat investor dan bisa menghasilkan uang. Membangun sturup adalah untuk multiplikasi, berbeda dengan UKM yang dibangun apa adanya. Gunakan segala indra untuk membangun startup, dengan fondasi yang kuat hingga usaha kita akan menghasilkan di masa datang.

Membangun usaha startup yang dapat mengubah dunia adalah salah satu cara anak zaman now dalam menjadi pemuda yang mandiri secara ekonomi dan bersiap menghadapi era industri 4.0 yang merupakan era ekonomi digital. Gunakan teknologi internet serta media sosial untuk hal-hal positif agar mendapat manfaat bagi pengembangan diri dan peningkatan ekonomi.


Salam


Eka Murti
                                                      




Artikel Terkait