Mengubah Sampah Menjadi Uang


Mengubah Sampah Menjadi Uang


KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia) dan IWITA menyelenggarakan acara “Advokasi Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan melalui Pelatihan Daur Ulang Sampang di Kota Bekasi” pada hari Jum’at 26 Oktober 2018 di Hotel Horizen, Bekasi.

 "Advokasi Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan melalui Pelatihan Daur Ulang Sampang di Kota Bekasi”
Jum’at 26 Oktober 2018, Hotel Horizon, Bekasi.
Acara ini adalah sebuah solusi untuk melakukan pengelolaan sampah melalui peran perempuan sebagai ujung tombak Bank Sampah di lingkungannya. Peserta adalah wakil dari beberapa organisasi sosial dan juga dari bank sampah di wilayah Bekasi.


Defini Sampah


Sampah adalah barang yang dianggap sudah tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pemakai sebelumnya, tetapi bagi sebagian orang masih bisa dipakai jika dikelola dengan prosedur yang benar.(Panji Nugroho, 2013).

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan, maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya. (www.wikipedia.com )

Kita menganggap sampah sebagai benda yang tak berguna dan dibuang. Sampah kini sudah menjadi masalah yang cukup pelik karena semakin lama semakin banyak tumpukan sampah yang dibuang oleh masyarakat dan harus dicarikan jalan keluarnya. Bukan menjadi persoalan pemerintah saja namun juga masyarakat karena kitalah yang merasakan danmpak buruk akibat sampah yang menumpuk dan tidak terkelola dengan baik.

Pengelolaan Sampah


Bank-bank sampah yang sudah berdiri masih banyak yang belum dikelola secara maksimal, bahkan ada yang mati suri. Bank sampah sendiri adalah sebuah solusi dalam gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dengan adanya Bank Sampah masyarakat terbiasa melakukan pemilahan dan pemilihan sampah. Hingga sampah-sampah rumah tangga yang ditabung di bank sampah dapat menjadi rupiah.

Mekanisme Kerja Bank Sampah

Sementara sampah yang ada di Bank Sampah sendiri dikelola oleh ibu-ibu dan diubah menjadi barang pakai yang cantik dan funsional seperti tas, topi dan lain sebagainya. Produk-produk ini jika ditangani dengan benar dapat menajdi produk unggulan yang menghasilkan uang dengan nilai lebih besar daripada jika dijual sebai rongsokan.

Ibu Martha Simanjuntak dari IWITA member pelatihan bagi ibu-ibu pengelola Bank sampah untuk dapat meningkatkan nilai jual produknya. Pelatihan itu berupa cara membuat bisnis kanvas, atau prosedur pembuatan sebuah bisnis agar bisnis kecil ini dapat berkembang dengan pesat dan dikelola secara professional meski dengan cara yang simpel dan sederhana.

Pelatihan pengelolaan hasil produk daur ulang ini memberi wawasan bagi ibu-ibu untuk meningkatkan standar mutu produk yang dihasilkan serta mengetahui cara-cara mempromosikan produk mereka. Bahkan diingatkan oleh Ibu Martha bahwa Merk atau Brand itu penting agar produk kita memiliki cirri khas yang dapat dingat oleh konsumen. Tak ketinggalan dipaparkan juga cara melakukan promosi melalui sosial media, menciptakan image produk yang menarik konsumen.


Ibu Martha, dari IWITA sedang memberi penjelasan cara membuat bisnis kanvas


Grup 1

Grup 2

Grup 3


Produk Daur Ulang


Produk-produk daur ulang yang dihasilkan para perempuan penggiat Bank Sampah perlu dibantu dalam hal penjualan sehingga produk tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi penggiat daur ulang. Selain pelatihan di atas IWITA juga membantu memasarkan dengan memperkenalkan produk-produk tersebut di media sosial yang dimiliki IWITA salah satunya adalah melalui situs www.serempak.id yang merupakan jendela bagi pengembangan perempuan Indonesia. Di sana juga ada satu segmen khusus UMKM yang bertujuan meningkatkan nilai kewirausahaan khususnya yang dilakukan oleh perempuan sesuai dengan VISI dan misi IWITA.



produk cantik hasil daur ulang sampah

Produk bernilai jual hasil daur ulang sampah

IWITA


IWITA (Indonesia Women IT Awareness). Sebuah organisasi perempuan Indonesia Tanggap Teknologi Informasi sebagai organisasi berbadan hukum yang memiliki “positioning” mencerdaskan perempuan Indonesia melalui teknologi informasi. IWITA adalah organisasi yang didirikan oleh ibu Martha Simanjuntak, SE,MM pada 9 April 2009 dan sekarang sudah berbadan hukum.

VISI IWITA

Visi, untuk mewujudkan perempuan Indonesia tanggap Teknologi Informasi melalui advancement, learning, implementation dan socialization, sehingga perempuan dapat berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia dan membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia dan berprestasi.


MISI IWITA

– Menciptakan kesadaran perempuan Indonesia akan manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pengembangan produktivitas pribadi di bidang TI dan peningkatan ekonomi keluarga.
– Memberikan masukan kepada Pemerintah berkaitan dengan regulasi dan kebijaksanaan yang menyangkut bidang teknologi informasi
– Bekerjasama dengan organisasi lainnya baik di dalam maupun di luar negeri dalam rangka pengembangan produktifitas pribadi di bidang Teknologi Informasi.


Yuk, Lakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle)

Melakukan pemilahan sampah menurut jenisnya, menggunakan kembali dan mengelola sampah menjadi barang pakai yang bernilai komersial selain mengurangi sampah di muka bumi ini juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Setidaknya kita sudah mulai melakukan kegiatan 3R dari rumah, lalu lingkungan sekitar dan akhirnya menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Tentu saja peran pemerintah sangat dibutuhkan karena dalam skala besar pengangkutan dan pengelolaan akhir sampah adalah bagian dari tugas pemerintah.

Masyarakat harus memahami cara memilah sampah berdasarkan jenisnya. Kemudian meningkat menjadi cara mengelolanya.


Skema Pemilahan Bank Sampah

Mengelola sampah menjadi uang bukan hanya impian, nasecamun tentu saja membutuhkan kerja keras dan kosnistensi agar semua ini dapat terus berjalan dengan baik. Demikian pula semakin hari kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga semakin tinggi hingga Indonesia bisa bebas dari tumpukan sampah tak berguna dan justru menciptakan produk-produk unggulan hasil daur ulang.
Topi yang saya kenakan adalah hasil daur ulang, cantik kan?


Salam


Eka Murti


Artikel Terkait