Belajar bahasa Prancis 5 hari

Bonjour!

Suatu pagi yang cerah di arena CFD Thamrin saya dihampiri seorang mahasiswi dari prodi bahasa Prancis UNJ (Universitas Negeri Jakarta). Mereka menawarkan kursus singkat pengenalan bahasa Prancis untuk umum dengan program LGV (Le Francais A Grande Vitesse).


Saya tergabung dalam kelas Terre
yang artinya planet bumi

Kurusnya hanya 5 hari dari Senin-Jumat selama 3 jam per hari. Sebagai orang yang suka kepo dan impulsif dan kebetulan lokasinya di kampus UNJ Rawamangun dekat dari rumah, jadilah saya langsung mendaftar.

Kecurigaan saya bahwa peserta pasti lebih muda dari saya terbukti benar. Bahkan pengajarnya pun masih kuliah.

Terus apa saya jadi minder? Ish, nggaklah yaaaa.. justru jadi semangat, sudah lama juga tidak duduk di bangku sekolah.. langsung berasa muda deh. Soalnya di kelas saya dipanggil kakak. Uhuk uhuk.. tarik nafas...  Hembuskan..

Para pengajar adalah mahasiswa UNJ

Pernah dengar tentang salah satu cara untuk mencegah kepikunan adalah dengan mempelajari bahasa baru selain bahasa ibu. Karena bisa menstimulasi otak.

Benar sekali pernyataan di atas. Kita dipaksa mengenali kata-kata asing. Telinga yang menerima informasi dan diteruskan ke otak membuat otak berpikir dan menganalisa sebelum menyimpan dalam memori.

Sistem belajarnya menggunakan buku panduan yang berisi pengenalan diri. Pengenalan kosa kata umum untuk percakapan sederhana.

Lidah jadi berbelit-belit mengucapkan kata yang jauh berbeda dari tulisannya. Dicoba sampai muncus-muncus masih juga susah.
Pengucapan bahasa Prancis yang sengau susah diucapkan oleh lidah yang terbiasa ngapak-ngapak begini.

Setelah pelajaran berakhir ternyata ada ujiannya juga. Duh, sudah lama banget tidak ujian. Rasanya gimana gitu.

Ada listening (CO), multiple choice dan oral. Kalau nggak bisa jawab ya disenyumin aja soalnya... Tapi kalo oral ya harus dijawab.. yang menguji kan nungguin..hahaha

Apa 5 hari cukup untuk bisa bahasa Prancis? Kalau sekadar bisa ya bisa. Sedikit. Bahasa itu soal kebiasaan, jadi harus latihan terus menerus. Apalagi bahasa asing, kita harus bisa merasakannya juga. Istilahnya “dapet feel-nya”.

Jadi selama 5 dapat apa? Yang jelas saya dapat teman-teman baru dan pengalaman seru. Melepas stress banget meski harus mikir juga. Melakukan hal ini semacam “Me Time” untuk saya.

Di akhir pelajaran
peserta yang mengikuti
Ujian mendapatkan sertifikat
dan nilai hasil akhir

Ilmunya? Ya pasti ada dong. Setidaknya sekarang saya sudah bisa memperkenalkan diri secara singkat dalam bahasa Prancis. Meski pengucapannya mungkin akan membuat orang Prancis sakit kepala.

Di akhir masa belajar diadakan acara penutupan yang meriah. Aneka games dan nonton film Prancis bersama-sama.

Perwakilan masing-masing kelas
di acara games

Demi apa coba ini?
Demi memeriahkan suasana ๐Ÿ˜…

Saya bukan gurunya lho...
Di sebelah kanan  saya berjilbab biru itulah gurunya
Mad.mo Ina, dan di sebelah kiri saya mad.mo Fia fasilitator kelas


Emak-emak penggemar goody bag
dapat hadiah happy banget ๐Ÿ˜

Okelah sekarang sudah punya dasar secuil soal bahasa Prancis. Lain kali kalau ada kesempatan mau juga belajar lagi. Belajar tak kenal umur kan yaaa.. yang penting semangat. Bon courage!

Merci,
A domain๐Ÿ˜‰

Eka Murti

Artikel Terkait

2 komentar