Dini Fitriyah: Pernah Bangkrut Kini Sukses Dengan Bisnis Baju Muslim "Mouza"

Tanah dan daun-daun musim gugur,  "Autum Harvest" IFW2018

Nama Dini Fitriyah sebagai designer busana muslim mulai dikenal seiring dengan berkembangnya usaha yang dimulai dua tahun lalu di Bandung. Produk Mouza dikenal di kalangan muslimah sebagai busana sehari-hari dengan harga terjangkau dan motif cantik, serta bahan yang nyaman dipakai.

Usaha yang dimulai dari nol ini adalah usaha keduanya setelah mengalami kebangkrutan pada bisnis sebelumnya. Usaha awal di bidang computer ternyata gagal hingga harus membuatnya mengambil keputusan berhijrah dari kota Majalengka ke Bandung untuk memulai lembaran hidup baru.

Hijrahnya bukan hanya persoalan tempat tinggal, namun juga gaya hidup dan lingkungan. Wanita yang biasa disapa Teh Dini ini mengaku gaya hidupnya dulu sungguh berbeda seratus delapan puluh derajat dari sekarang.  


Dini Fitriyah


Memulai usaha baju muslimah dengan produksi awal tiga ratus potong yang ternyata sukses terjual dalam hitungan hari, melewati target awal lima puluh potong. Sungguh diluar prediksi. Dengan pengalaman berbisnis sejak tahun 2001 membuatnya mempersiapkan rencana bisnisnya dengan seksama. Termasuk selalu meningkatkan ilmu pemasaran yang berkembang dengan cepat di era digital ini.

Mengayomi distributor dalam lingkaran keluarga besar Mouza, terbukti menjadi senjata ampuh dalam meningkatkan kinerja dan pencapaian penjualan. Produk yang selalu mengikuti trend terkini serta kedekatan emosi dengan konsumen telah menciptakan segmen pasar yang loyal terhadap Mouza. Hingga penyerapan produk-produk terbaru pun selalu cepat.

Ajang Indonesia Fashion Week adalah fashion show pertama yang diikuti Dini sebagai seorang designer baju muslim. Persiapan yang singkat menuntut kreatifitas tinggi membuatnya mengeluarkan segenap kemampuan untuk membuktikan bahwa Mouza bisa melewati tantangan apapun di depan. Eksistensi dalam dunia fashion penting untuk menciptakan Brand yang diperhitungkan.

Mengusung tema “Autum Harvest”, dua belas design pakaian ini berbeda dari branding Mouza yang telah terpatri sebagai pakaian sehari-hari. Unsur motif bahan dan tekstur dipadupadankan dengan warna-warna musim gugur yang hangat, orange dan coklat mendominasi dengan variasi bunga-bunga yang indah.
 "Autum Harvest" pada Indonesia Fashion Week 2018

"Autum Harvest" pada Indonesia Fashion Week 2018
 "Autum Harvest" pada Indonesia Fashion Week 2018

"Autum Harvest" pada Indonesia Fashion Week 2018



 "Autum Harvest" pada Indonesia Fashion Week 2018

Rancangan tersebut awalnya hanya untuk dijadikan koleksi, namun ternyata telah banyak peminat yang ingin memiliki produk premium tersebut, meski tentu saja dengan harga yang tidak murah mengingat rancangan tersebut merupakan edisi terbatas.


Kehangatan musim gugur tercermin pada warna orange dengan motif bunga. IFW 2018


Pernah bangkrut tak membuat surut. Temukan dan rinci semua hal yang kita butuhkan dan inginkan dari sebuah produk, ciptakan, lalu jual kepada orang-orang yang memiliki kebutuhan yang sama, maka itulah awal sebuah usaha. Lakukan dengan hati untuk terus berinovasi agar usaha dapat terus berkembang seperti yang di lakukan oleh seorang Dini Fitriyah pada “Mouza”.
Tim Blogger Mungil dengan Teh Dini Fitriyah

Tim "Blomil" eksis dengan GoodieBag gamis cantik dari Mouza

Eka Murti

#Mouza #Blomil #Bisnis #BajuMuslim #IndonesiaFashionWeek #Gamis

Artikel Terkait