Kisah Inspirasi : Sandal Jepit Pengingat Tobat




Manusia sering menampakkan kesombongan baik secara sengaja maupun tidak. Keberhasilan dalam karir, kepandaian, rupa yang menawan, harta benda yang dimiliki, anak-anak yang dibanggakan bahkan ibadahnya pun sering kali menjadi penyebab kesombongannya.

Namun ada kalanya bukan segala kehebatan itu yang menyebabkan timbulnya rasa sombong, hal sepele dan sederhana pun ternyata bisa menyesatkan hati manusia. Sepasang sandal jepit telah berhasil membuat seorang manusia tersadar akan hal itu.

Alkisah pada saat pelaksanaan ibadah haji ada seorang jamaah yang sering kali kehilangan sandal jepitnya. Kondisi ini berlangsung hingga berhari-hari bahkan meski sudah pindah-pindah tempat masih terus saja kehilangan. Berbagai cara telah dilakukan untuk menyelamatkan sandal jepitnya, diberi tanda, disimpan dengan rapi tapi tak ada yang berhasil. Entah kenapa ada saja orang yang tertarik untuk memakai sandalnya tanpa ijin hingga saat dibutuhkan sandal itu sudah lenyap.

Jamaah ini akhirnya pasrah dan tiap kali sandalnya hilang dia akan membeli yang baru. Dia hanya bisa berserah diri. “Ini ujianku, maka aku akan bersabar,” demikian  katanya setiap kali kehilangan sandal.

Ada seorang jamaah lain sebut saja Fulan yang menyarankan untuk melakukan sholat tobat. Fulan juga berkata kepadanya, “Ah, sandalku yang jelek ini sejak awal aman-aman saja. Mungkin karena warnanya yang mencolok dan norak sehingga tak ada yang tertarik untuk memilikinya.”

Si Fulan pemilik sandal jelek itu selalu melakukan sholat di Masjidil Haram, dan seperti biasa dia meletakkan sandalnya di bagian rak paling atas dan agak tersembunyi ke dalam sehingga dia akan ingat letaknya dan mudah menemukannya lagi. Namun hari itu saat akan keluar dari masjid dia tak menemukan sandalnya. Dia sudah mecari hingga mengintip ke balik rak untuk mengetahui apakah sandalnya terjatuh dan terselip di sana. Hasilnya nihil, hingga dia harus kembali ke hotel dengan bertelanjang kaki.

Di halaman masjid fulan bertemu dengan kawannya yang sering kehilangan sandal itu dan mengingatkan tentang perkataannya tempo hari. 

 “Astagfirullahaladzim ….” Fulan segera tersadar akan kekhilafannya, lalu dia  pun kembali ke dalam masjid untuk melakukan sholat tobat.


Kisah ini hanya lah sebuah pengingat, bahwa sandal jepit buruk rupa pun bisa menyebabkan timbulnya kesombongan dalam hati manusia.


Jagat Maheswari 040916
#KisahInspirasi

Artikel Terkait