Explore Our Content Collection!

Browse through our gallery of expertly-crafted content to find the perfect one for your inspiring.

Santan Kelapa Kemasan Praktis dan Higienis untuk Kebutuhan di Masa Pandemi

 
Santan Kelapa Kemasan Praktis dan Higienis untuk Kebutuhan di Masa Pandemi



Masyarakat Indonesia memiliki aneka sajian kuliner nusantara yang lezat dengan campuran santan kelapa. Kebutuhan santan kelapa tak pernah berhenti meski saat ini kita berada dalam masa pandemi dan harus mengadaptasi kebiasaan baru sesuai dengan protokol kesehatan. Bahan pangan yang awet, higienis dengan kandungan nutrisi yang utuh menjadi prioritas. Tentu saja santan Kelapa kemasan menjadi pilihan tepat.

Memberi rasa gurih khas membuat santan kelapa sulit tergantikan. Santan kelapa kemasan yang memenuhi unsur aman dan higienis tentu harus tetap memberi cita rasa santan yang diharapkan.

Solusi Cerdas Kara Santan Kelapa dan Tetra Pak


Virtual Talkshow yang diselenggarakan oleh Kara dan Tetra Pak  telah membuka wawasan tentang keamanan dan higienitas bahan pangan yang dikonsumsi. Selain itu menurut data saat ini sekitar 49% masyarakat menyiapkan masakan sendiri dari rumah. Mulai dari makanan pokok seperti lauk pauk pendamping nasi hingga aneka minuman dan makanan ringan.

Pola belanja yang turut berubah seiring adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi ini menyebabkan pergeseran cara berbelanja. Awalnya orang lebih suka langsung mendatangi pasar tradisional atau toko-toko untuk belanja kebutuhan sehari-hari kini mulai bergeser ke pasar modern dan belanja digital.

Produk yang dibeli sekarang adalah yang tahan lama namun dengan kandungan nutrisi yang tetap terjaga.

Nutrisi Tetap Terjaga




Santan kelapa Kara menggunakan bahan kelapa berkualitas dari perkebunan nusantara. Telah melalui proses UHT (Ultra-high temperature processing) dimana dipanaskan 140oC dalam waktu 8-15 detik untuk mencapai kondisi sterilitas komersial telah tercapai (Fo ≥ 3 menit), yang membunuh bakteri jahat dan mikroba Clostridum botulinum, serta mikroorganisme.


Meski dipanaskan dalam suhu tinggi kandungan nutrisinya tetap terjaga. Tidak ada perubahan warna dan rasa sehingga penggunaan santan Kara sama seperti menggunakan santan yang langsung diperas.


Panji Cakrasantana, Marketing Manager Tetra Pak Indonesia memaparkan, “sesuai dengan visi perusahaan kami, Melindungi Yang Baik kami ingin menjawab kebutuhan konsumen yang saat ini tengah mencari produk yang dapat digunakan secara praktis dan higienis sembari melakukan beragam aktivitas di rumah saja”.


Kebutuhan nutrisi menjadi prioritas untuk membangun kekuatan sistem imun tubuh. Dengan mengkonsumsi makanan kemasan yang terjaga kandungan nutrisinya menjadi pilihan terbaik di masa pandemi. Santan kelapa kemasan Kara memberi solusi cerdas untuk memenuhi konsumsi kebutuhan sehari-hari bahan pangan yang terus meningkat.

Panji juga menambahkan, “Lewat solusi keamanan pangan kami, ibu rumah tangga dan pegiat kuliner tidak perlu lagi ragu untuk memanfaatkan produk ini sebagai bahan dasar dan pelengkap makanan dan minumannya.”


Awet Tanpa Pengawet

Kenedy Hermawan, Brand Manager, PT. Kara Santan Pertama menegaskan bahwa santan Kara dapat disimpan dalam suhu ruang hingga 12 bulan.  Awet tanpa pengawet karena telah melalui proses UHT tersebut. Selain itu adanya enam lapisan kemasan memastikan umur simpannya tetap terjaga tanpa kehilangan rasa, nutrisi, dan tekstur dari santan kelapa secara alami.  


Kemasan yang tersedia dalam beragam ukuran dapat menajdi piluhan bagi pengguna. Jika hanya ingin memakai sedikit saja Kara maka gunakan kemasan sekali pakai. Namun jika ingin memasak dalam jumlah banyak gunakan kemasan besar ukuran 1 liter.


Beragam ukuran ini juga sebagai bentuk kepedulian Kara pada pengguna yang hanya membutuhkan sedikit saja santan, sehingga tidak perlu menyimpan sisa serta menjaga agar produk tetap dalam kondisi baik.


Tips Membeli dan Menyimpan Makanan dalam Kemasan

Membeli dan  menyimpan makanan kemasan membutuhkan ketelitian. Jangan sampai produk yang kita beli tidak sesuai harapan.
  1. Cek tanggal kadaluarsa.
  2. Bila sudah ada logo tetra Pak berarti aman di konsumsi karena telah melalui proses aseptik.
  3. Kondisi kemasan sempurna.
  4. Kemasan Tetra Pak dapat disimpan dalam suhu ruang hingga 12 bulan.
  5. Bila kemasan telah dibuka maka harus disimpan dalam lemari pendingin dan harus. digunakan kembali dalam waktu dekat. Jika sudah rusak lebih baik jangan digunakan lagi.

Praktis dan Higienis

Ibu Sisca Soewitomo yang juga hadir dalam talshow virtual kali ini menjelaskan tips menggunakan santan Kara dalam berbagai masakan tradisional. baik lauk pauk maupun aneka jajanan.  Kemasan yang praktis menajdi pilihan untuk berkreasi di dapur dengan aneka resep.

Saat ini Kara sedang mengadakan kompetisi memasak CFH (Cook From Home) dengan mengusung tema  #WariskanResepJuara yang diadakan secara virtual melalui media sosial Instagram.

Kenedy Hermawan berharap para ibu rumah tangga bisa membagikan resep juara keluarganya atau resep turun temurun kuliner nusantara agar tetap dilestarikan secara kreatif.

Kompetisi ini akan langsung dinilai oleh Kara dan juga ibu Sisca. Pemenangnya akan mendapat berbagai macam hadiah termasuk resepnya ditayangkan di chanel milik ibu Sisca.

Chef Davina tak ketinggalan memberi tips penggunaan santan Kara bagi vegetarian sebagai pengganti Krim. Membuat makanan gurih dan lezat. Selain itu juga mengatakan pentingnya menyediakan santan kelapa kemasan. Di dapurnya santan kemasan merupakan salah satu produk yang harus tersedia untuk memperkuat cita rasa tanpa perlu repot memarut dan memeras santan secara manual.

Uji Coba Kara




Setelah mengikuti talk show virtual saya jadi penasaran ingin melakukan uji coba di dapur. Berbekal kara kemasan sekali pakai saya membuat Sambal Goreng Krecek.  Cukup menggunting lalu tuang ke dalam masakan. Yey! Memasak  menu favorit saya tidak pakai ribet dan lama. Gurih santannya pun terasa nikmat. Makin senang nih, utak-atik resep dengan santan Kara.



Tak sampai disitu saja, karena sedang bersemangat memasak saya pun memasak soto Betawi  makanan tradisional permintaan ibu saya, dan juga dan gulai ayam.Hari ini di rumah seperti berpesta karena saya memasak aneka masakan. Siapa yang tidak bersemangat kalau bisa memasak beragam menu dengan praktis dan cepat?. Tidak perlu sibuk memeras kelapa yang menghabiskan tenaga cukup menggunakan Kara kemasan kecil saja semua beres.



Santan  Kara dalam kemasan Tetra Pak memberi rasa aman bagi pengguna. Taj lagi khawatir tentang keamanan pangan, kandungan nutrisi maupun higienitasnya.


Salam


Eka Murti

Belanja Sayur Fresh Langsung Dari Petani dan Buah Online di Panen Fresh


 

Belanja  Sayur Fresh Langsung Dari Petani dan Buah Online di Panen Fresh


Perubahan terjadi dalam semua segi kehidupan kita saat pandemi akibat virus covid-19 melanda dunia. Salah satu yang mengalami perubahan adalah pola belanja, yang dahulu dilakukan secara ofline dengan datang ke pasar,  toko atau supermarket sekarang beralih secara online. Termasuk belanja buah online maupun sayur online.


Pergeseran pola belanja ini pun meluas dengan adanya dukungan kemajuan teknologi.  Belanja digital sudah mulai membudaya di masyarakat Indonesia. Selain mudah dan praktis belanja online meminimalisir kontak dan kerumunan. Protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari.

Adaptasi kebiasaan baru dengan mengurangi berkerumun untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 sesuai dengan prinsip belanja online mengurangi kontak dengan orang banyak. Melakukan aktivitas belanja online kontak sangat minim.  Hanya dilakukan dengan kurir, itu pun dapat disesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan. 


Panen Fresh Situs Belanja Sayur, buah dan Groceri Online




Belanja sayur dan buah yang fresh dan segar selalu menjadi prioritas. Membeli langsung dari petani merupakan pilihan terbaik. Fresh. Panen.id situs belanja buah dan sayur langsung dari petani yang terjamin kesegarannya.


Panen Fresh menghubungkan petani lokal dengan pembeli secara langsung.  Memotong jalur distribusi yang panjang dalam prosedur jual beli konvensional.  Adalah Astrid Juanita Stephanie dan Johannes Dwi Cahyo Kristanto, lulusan dari Food Technology dan Agriculture Industry Universitas Gajah Mada (UGM) merupakan founder PanenID.


Keduanya memikirkan ide untuk memperpendek jalur distribusi perdagangan sayur dan buah yang panjang sehingga produk akan diterima konsumen dengan cepat dan masih segar. Tentu saja bagi petani hal ini akan sangat membantu dalam hal harga jual.


Dengan tagline #LangsungDariPetani Panen Fresh berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Di lain pihak petani mendapat harga jual terbaik. Kecepatan dan produk yang segar adalah daya jual tinggi yang ditawarkan kepada konsumen selain harga bersaing. 


Konsumen pun mendapat harga lebih murah hingga 30 persen dengan berbelanja di Panen Fresh.  Sementara petani justru mendapat harga jual yang lebih tinggi. Masing-masing pihak mendapat keuntungan dari pendeknya jalur distribusi ini.


Sebagai startup asli Indonesia fresh.panen.id memberikan kontribusi langsung bagi petani lokal. Panen fresh adalah brand yang dipakai untuk memperkenalkan situs ini kepada konsumen. Didirikan di Bali pada 2017 kini Panen Fresh telah merambah kota besar lainnya seperti Jakarta, Jogja, Solo dan Semarang.


Warga Solo bisa beli sayur Solo melalui aplikasi maupun situs Panen Fresh. Pun warga Jogja beli sayur Jogja. Tak ketinggalan di Semarang beli sayur Semarang. Masing-masing kota membeli langsung dari petani lokal.


Pengalaman Belanja Sayur dan Buah Online di fresh.panen.id



Karena domisili saya di Jakarta maka saya beli sayur Jakarta secara online melalui situs fresh. panen.id.  caranya sangat mudah.


  1.  Langkah pertama buka situs fresh. panen,id lalu lakukan registrasi untuk memudahkan pengiriman. Data kita telah tersimpan dalam data base. 
  2.  Kemudian pilih sayur dan buah yang kita inginkan dengan mengklik sesuai gambar. Ukuran pembelian dan harga telah tertera dengan jelas.
  3. Setelah semua yang kita butuhkan sesuai lakukan check out untuk mengetahui jumlah total belanja dan harga yang harus dibayar.
  4. Pilih metode pembayaran. Beberapa pilihan tersedia saya memilih membayar melalui dompet digital.
  5. Kemudian konfirmasikan pembayaran dan beres.
  6. Tunggu sampai terkonfirmasi barang telah dikirim.

Kemudahan belanja melalui situs ataupun aplikasi membuat Panen fresh menjadi pilihan belanja yang menyenangkan. Produk yang ditawarkan masing-masing kota tentu berbeda ketersediaannya.  Melihat aneka produk pilihan di Panen Fresh membuat saya antusias. Karena beberapa item seperti timun jepang yang notabene sulit dicari dapat dibeli di sana.


Buah-buahan pun bervariasi, karena saya penggemar alpukat  dan Nanas maka saya tak ragu memesannya melalui Panen Fresh. 


Pengiriman Cepat, Pengepakan Mantab


Kekhawatiran terbesar belanja sayur online adalah dalam proses pengiriman. Karena perlakuan buah dan sayur harus khusus. Artinya harus cepat diantar ke konsumen dan harus sampai dalam keadaan utuh dan fresh.


Buah dan sayur yang dikirim masing-masing dikemas dalam plastik kecil. Saat saya terima kondisinya masih bagus seperti jika saya membeli langsung di pasar dan membawanya sendiri. Tidak ada yang rusak atau bonyok. Seperti  nama Panen Fresh memang sayur dan buah dalam keadaan fresh.


Ada kejadian lucu terkait pembelian tempe. Karena harga yang murah 1500 rupiah per piece saya berpikir ukurannya kecil (seukuran tempe bungkus satuan) jadi saya langsung pesan sepuluh bungkus. Ternyata saat datang ukurannya lumayan besar sekitar setengah ukuran tempe lonjor yang jika beli di pasar harga selonjor 6000 rupiah. Alhasil hari itu saya punya banyak tempe. Daripada mubazir saya bagi-bagi saja tempenya, toh tempe juga tidak awet lama.


Apakah Akan Mengulangi Pembelian?


Kalau saya sih iya. Pilihan produk banyak dan saya sudah membuktikan produknya benar-benar fresh. Termasuk daging yang saya beli dikirim dalam kondisi baik. Pun pisang dan pepaya yang merupakan buah sensitif alias mudah bonyok  jika terbentur diterima dalam kondisi utuh.

Paket-paket promo dalam berbagai pilihan menarik memberi kemudahan pelanggan membeli produk yang disediakan dengan harga terjangkau dan lebih hemat. bukan hanya buah dan sayur namun juga terdapat kebutuhan dapur lainnya seperti aneka bumbu, daging dan minyak goreng. 

Pembelian kembali akan saya lakukan terutama sejak tak lagi bebas belanja ke pasar saat-saat ini. Harga yang bersaing dan sudah diantar sampai ke rumah juga merupakan alasan saya akan melakukan pembelian ulang di Panen Fresh. 


Panen Fresh Startup yang terus Move Up


Situs pembelian sayur online Panen Fresh sebagai  startup Indonesia yang akan terus move up karena pangsa pasar yang besar dan harga bersaing. Untuk Move up tentu membutuhkan banyak perbaikan kedepannya, sehingga pelanggan terpuaskan dan nyaman belanja di Panen Fresh serta petani bersemangat dan memberikan produk terbaiknya.


Variasi sayur dan buah yang semakin banyak serta ukuran yang lebih kecil untuk semua produk memberi kesempatan pelanggan membeli lebih banyak item dengan porsi lebih kecil. Karena di rumah saya penghuninya memiliki beragam kesukaan jadi lebih praktis jika membeli dalam satuan kecil untuk masing-masing item.  Karena produk sayur dan buah tak bisa tahan lama dan lebih baik sering membeli agar selalu fresh.


Senang deh jadi pelanggan Panen Fresh.  Selain produknya berkualitas, harga bersaing kenyamanan pelanggan tetap utama.  Customer care selalu siap membantu melalui chat selama jam kerja. 

Tunggu apa lagi?  Belanja sayur online  langsung saja datang  ke Panen Fresh. Belanja sayur Jakarta langsung dari petani yang mudah dan praktis hanya di Panen Fresh. 

 


Salam
Eka Murti



ADAPTASI KEBIASAAN BARU AGAR HIDUP NYAMAN DI MASA PANDEMI

 




Melihat orang-orang di sekitar masih ada yang abai dalam menjalani protokol kesehatan, melenggang dengan santai tanpa mengenakan masker seolah tak terjadi apa-apa di dunia ini sungguh membuat miris. Masa Pandemi memang tak harus dihadapi dengan ketakutan atau kecemasan berlebihan namun tak juga boleh diabaikan. Adaptasi kebiasaan baru penting agar kita hidup nyaman di masa pandemi.


Cara Hidup Baru di Era Pandemi


Dalam upaya menghentikan laju penyebaran virus covid-19 pemerintah telah melalukan berbagai upaya salah satunya dengan Work From Home (WFH) dan School From home (SFH), serta melarang kegiatan berkumpul. Kehidupan yang biasa dijalani sehari-hari mendadak berubah.


Ada protokol kesehatan yang harus ditaati oleh seluruh elemen masyarakat. Kondisi ini tentu membuat sebagian orang merasa tidak nyaman. Pergerakannya tidak lagi bebas. Namun hidup harus terus berjalan dan harus bisa menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini.


Kita tak boleh bersikukuh dengan pendapat sendiri dan membuat orang lain merasa tidak nyaman. Meski tak mudah namun adaptasi kebiasaan baru sangan krusial untuk segera dilakukan oleh seluruh masyarakat. Tentu agar tujuan menghentikan penyebaran virus covid-19 dapat tercapai.


Saat ini virus covid-19 telah mengalami mutasi dan dapat menyebar melalui udara atau aerosol. Kemungkinan akan semakin mudah bagi siapa saja untuk tertular virus ini. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala khas namun bukan berarti terbebas dari virus tersebut.


Edukasi Protol Kesehatan Zaman Now





Dalam rangka menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya adaptasi kebiasaan baru dengan menjalankan protokol kesehatan, Kemenkes RI melakukan upaya-upaya penyebaran informasi secara masif. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat mengadakan seminar online tentang edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now bersama para blogger.

Faktor Pendorong Transmisi Virus Covid-19


Dijelaskan oleh dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat terdapat 5 faktor pendorong transmisi virus covid-19 ini.





1.    1. Jumlah Populasi

Jumlah populasi tentu memengaruhi kecepatan penyebaran Coron Virus Disease-2019 (Covid-19) yang merupakan penyakit baru.Dapat menyebabkan terjadinya gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov2). Jumlah populasi yang besar dalam suatu wilayah akan mendorong penyebaran virus ini lebih cepat dan lebih luas.

 

2.     2. Praktek Mencuci tangan Masih Rendah

Pada kenyataannya praktek mencuci tangan masih sering diabaikan oleh masyarakat. Jika terdapat tempat mencuci tangan bersama-sama beberapa orang mengelap tangan yang basah dengan satu lap secara bergantian. Hal ini menjadikan prosedur cuci tangan gagal mencegah penyebaran virus.

Meski nampak sepele tapi hal-hal seperti ini harus diinformasikan dengan baik agar dapat diterima dan dijadikan kebiasaan baru.

 

3.    3. Pelaku Perjalanan

Pelaku perjalanan tentu menjadi rentan terhadapo virus karena bertemu dengan banyak orang yang tak diketahui kondisinya jika belum melakukan tes.  Pun dapat menjadi perantara atau pembawa virus yang mungkin saja tidak menunjukkan gejala klinis yang jelas.

Bagi pelaku perjalanan atau siapapun yang ingin melakukan tes Swab secara mandiri, dapat cek di sini: https://www.jagatmaheswari.com/p/sitemap-jagat-maheswari.html

 

4.      4. Jumlah ISPA berat

Penyebaran virus melalui droplet dengan cara bersin atau batuk. Jika tidak menggunakan masker maka kemungkinan penyebaran virus menjadi lebih mudah.

 

5.    5. Populasi tinggal di wilayah urban

Tak pelak situasi di wilayah urban yang padat menjadi pendorong cepatnya virus menyebar. Jika masyarakat tak segera menjalani protokol kesehatan dengan benar maka akan sulit untuk mencegah laju kecepatan penyebaran virus ini.


Kebiasaan Baru Demi Kebaikan Bersama



  

Adaptasi kebiasaan baru memang tak mungkin terjadi seketika. Akan tetapi juga tak bisa jika dibiarkan berlarut-larut karena virus menyebar dengan cepat, maka perubahan pola hidup pun harus dilakukan dengan cepat pula.


Menyampaikan informasi yang benar agar dapat diterima dengan tangan terbuka dan diikuti dengan suka rela oleh masyarakat. Adaptasi kebiasaan baru tak lagi bisa diterapkan melalui ancaman. Pendekatan kultural diperlukan agar kesadaran itu timbul dari dalam diri sendiri.


 Bunda Romi, seorang psikolog juga memberikan nilai-nilai moral yang harus dimiliki oleh masyarakat agar kebiasaan baru dapat diterapkan dalam semua aspek kehidupan secara menyeluruh.


Salah satunya adalah kita harus memiliki tenggang rasa yang baik agar kita dapat menjaga diri sendiri dan orang lain dari penularan virus covid. Dengan memakai masker kita sudah melakukan upaya tersebut secara nyata.  


Selain itu dijelaskan juga cara memberi informasi kepada anak tentang kondisi saat ini dan bagaimana kebiasaan baru harus dijalani adalah dengan memberikan contoh secara langsung. Sehingga anak paham dan meniru tindakan-tindakan baik yang benar.


Dukungan Komunitas


Menyebarkan semangat serta informasi yang benar terkait protocol kesehatan serta adaptasi kebiasaan baru perlu mendapat dukungan dari seluruh pihak. Tak terkecuali komunitas. Termasuk komunitas blogger yang memiliki angota dengan kemampuan menyebarkan informasi melalui tulisan serta memberi pengaruh secara langsung kepada lingkungan.


Adaptasi Kebiasaan baru Demi Diri Sendiri , Keluarga dan Orang lain


Mulai dari diri sendiri, sebagai invidu yang bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan diri sendiri tentu kita harus menjaganya dengan sungguh-sungguh. Salah satu cara memproteksi diri adalah dengan adaptasi kebiasaan baru yang baru dengan 3M: Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak dengan orang lain.


Setelah kita menrapkan pada diri sendiri kemudian lingkungan terkecil yaitu keluarga agar dapat menjadi contoh bagi lingkungan nantinya. Hidup nyaman di masa pandemi dengan adaptasi kebiasaan baru sesuai protocol kesehatan. Tentu tak lupa kita selalu berdoa agar pandemic segera berakhir.




Salam


Eka Murti

JELAJAH DATARAN TINGGI DIENG SEBUAH PERJALANAN MENUJU NEGERI KHAYANGAN


Mendengar nama Dieng langsung terbayang sebuah kawasan dengan udara yang dingin, hembusan angin semilir, bentangan perkebunan hijau. Tanah subur dengan banyak peninggalan bersejarah dan bentangan gas alam yang menggelegak.  Kemudian muncul sekelebat ingatan tentang kisah dibalik kawah Sikidang yang terkenal itu.

Bagi saya  Dieng merupakan tujuan wisata yang sudah menjadi prioritas untuk dikunjungi sejak lama.  Awalnya karena terletak di wilayah Jawa Tengah saya pikir akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk dapat menikmati liburan di sana. Namun ternyata Dieng bisa dinikmati saat akhir pekan. Untuk pekerja yang jenuh di Jakarta bisa melepas penat sejanak menikmati keindahan alam Dieng.


Dataran Tinggi Dieng, Sebuah Keunikan Tradisi dan Keindahan Alam Penuh Misteri

Setelah bersepakat dengan teman-teman, kami memutuskan menghabiskan akhir pekan di Dieng. Kami memutuskan untuk mengambil salah satu paket wisata agar lebih mudah dalam mengurus segala sesuatunya. Karena kami belum memahami seluk beluk kawasan Dieng secara menyeluruh.


Perjalanan Panjang yang Tak Mudah

Perjalanan dari Jakarta ke Dieng ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Beruntung saat ini sudah ada Tol Trans Jawa sehingga memudahkan akses ke Dieng yang terletak di perbatasan dua kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo Jawa Tengah. Jalur yang ditempuh melewati kabupaten Pemalang kemudian Kanjen dan jalur menanjak terus hingga tiba di Dieng.  


Jalur yang ditempuh sungguh tidak mudah karena menanjak dan berkelok-kelok. Bagi orang yang mudah mengalami mabuk perjalanan jalur ini tentu akan menyebabkan ketidaknyamanan.  Namun dengan semangat membara membayangkan tempat tujuan akhir perjalanan ini tak ada satu pun yang mengeluh.


Pikiran dan angan-angan kami sudah melampaui jalur demi jalur yang dilalui. Setelah menempuh perjalanan jauh semalaman saat fajar menyingsing menyingkap tabir gelap. Terbentang keindahan alam pegunungan dengan kebun-kebun sayur yang mulai dipanen oleh para petani merupakan anti thesis dari ketergesaan pagi di ibu kota.


Akhirnya sampai juga langkah kaki ini menjejak negeri khayangan.  Sesaat keluar dari kendaraan langsung dihadang hawa dingin yang mengigit. Menghirup oksigen yang bersih memberi oase bagi kepekatan polusi yang sehari-hari dihirup. Damai. Satu kata yang menelisik ke dalam hati dan pikiran.


Sarapan Mie Ongklok di sebuah warung makan dengan segelas teh hangat menyapu kelelahan dan menggantikannya dengan energi baru.  Meski tak nyenyak tidur di perjalanan namun tak mengurangi antusiame untuk mulai menjelajah dan bertualang.


Mungkin agak terlalu berlebihan jika disebut bertualang karena kami bukanlah petualang yang menjelajah alam liar. Namun perjalanan ini pun merupakan petualangan dalam hidup. Menikmati hidup dan menjalaninya dengan gembira adalah sebuah petualangan juga bukan?


Kawah Sikidang yang Misterius



Dieng memiliki banyak kawah yang mengeluarkan material vulkanik,  gas dan uap air. Kawah aktif di Dieng selalu dipantau oleh PVMBG melalui Pos Pengamatan Dieng di Kecamatan Karang Tengah karena berbahaya bagi keselamatan masyarakat.Seperti pada tahun 1979 kawah Sinila meletus, warga banyak yang terperangkap gas beracun hingga tak dapat menyelamatkan diri.


Uniknya kawah di Dieng ini berpindah-pindah lokasi. Kawah besar aktif saat ini adalah Si Kidang. Tak pelak Si Kidang pun memiliki legenda tersendiri. Kawah yang menggelegak menjadi metafora luapan emosi kemarahan pangeran Kidang Garungan.


Seperti kisah legenda lainnya yang memiliki latar beakang asmara, kisah pangeran Kidang Gerungan yang memiliki tubuh manusia serta berkepala kijang ini pun demikian. Seorang gadis cantik bernama Shinta Dewi membuatnhya jatuh cinta dan ingin menjadikannya sebagai istri.


Gadis cantik yang ingin menolak lamaran lantaran penampakan sang Pangeran yang seperti itu pun memberikan tantangan yang sulit dipenuhi. Menggali sumur yang harus dikerjakan sendiri oleh sang Pangeran.


Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, hasil kerja kerasnya menggali justru menciptakan lubang kubur bagi dirinya sendiri. Shinta Dewi dan warga menguruk pangeran Kidang Garungan. Kemarahan meletup-letup yang kemudian mewujud sebuah kawah itulah yang dinamakan Kawah Si Kidang.


Apapun latar belakang legenda saat mengunjungi kawah Si Kidang kita harus selalu waspada. Turuti semua peraturan keselamatan agar dapat berwisata dengan nyaman.


Telaga Warna yang Menakjubkan



Dieng bukan hanya kawah yang menggelegak dengan semburan gasnya saja, Namun ada sebuah keindahan hasil bertahun-tahun proses vulkanik, selain keindahan telaga yang warnanya berganti-ganti ini terdapat beberapa tempat untuk melakukan ritual semedi atau bertapa.


Salah satu tempat semedi yang terkenal adalah goa semar. Selain itu masih ada beberapa goa lain. Namun saat ini goa-goa tempat semedi itu tak lagi digunakan hanya sebatas tempat wisata. Mengelilingi telaga warna membawa kesenangan tersendiri.  Tempat yang tepat untuk melepas lelah dan mensyukuri ciptaan Illahi.


Duduk dan hanya menikmati pemandangan memberikan waktu jeda melepas pikiran kusut dan melupakan problematika kehidupan sehari-hari. Rasanya benar-benar damai dan ingin berlama-lama menikamti suasan santai ini. Namun tentu saja masih banyak tempat yang harus dikunjungi.


Dieng Plateu Theater

Theater yang memutar film dokumenter tentang Dieng dari segala sudut pandang. Termasuk kejadian kawah meletus yang mengakibatkan korban jiwa. Serta panas bumi yang menjadi sumber energi. Dengan pipa-pipa besar yang meliuk kesana-kemari mengantar panas bumi untuk pembangit listrik. Dieng merupakan salah satu lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).


Mengejar Matahari Terbit

Matahari terbit merupakan fenomena sehari-hari jadi sesungguhnya hal tersebut sangat biasa. Tetapi akan menjadi luar biasa jika kita menikmati saat-saat matahari terbit di tempat  istimewa. Dieng memberi pemandangan indah saat matahari terbit.


Bagi yang benar-benar berjiwa petualang tentu saja akan mengejar matahari terbit di ketinggian Prau. Sikunir tentu menjadi pilihan. Tapi kami tak bisa memilih lokasi tersebut karena tidak semua sanggup mencapai lokasi sesuai waktu yang ditentukan.


Kesempatan menikmati matahari terbit di Dieng tentu tak boleh dilewatkan, tapi kenyamanan tetap nomor satu. Akhirnya tercapai kesepakatan menikmatinya dari batu Angkruk. Loaksi yang lebih mudah dicapai dengan keindahan pagi yang tak terlupakan.


Make Story Conserve History



Berlibur ke Dieng tak boleh melewatkan kawasan Candi. Sejak zaman dahulu raja-raja Jawa menempatkan Dieng sebagai kawasan beribadah. Dibangunlah candi-candi yang dinamai sesuai Pandawa Lima. Candi Arjuna paling sering dikunjungi oleh wisatawan.


Melihat berbagai keindahan alam dan sejarah Dieng membawa kebanggaan tersendiri sebagai bangsa Indonesia. Kekayaan budaya dengan cagar alamnya, keindahan alam dengan hasil bumi yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat pun kekayaan hasil bumi dari ladang-ladang yang subur.




Suatu akhir pekan di Dieng adalah sebuah perjalanan menuju pemahaman akan kehidupan yang terus berputar. Kita menciptakan cerita kehidupan kita sendiri. Demikian pula manusia-manusia sebelum kita yang meninggalkan jejak bangunan bersejarah. Sungguh tak elok jika kita merusaknya.


Memang benar Wisata ke Dieng akan meninggalkan bekas dalam hati. Terukir seperti prasasti dalam jejak kehidupan. , bahwa pada suatu waktu saya pernah menjejakkan kaki di negeri khayangan dengan segala keindahan dan keunikannya. Hati, jiwa dan pikiran menjadi tenang hanya dengan berada dan menghirup udara Dieng.

 


Salam

Eka Murti

WISATA VIRTUAL SOLUSI JALAN-JALAN KE KOREA DI MASA PANDEMI

 
WISATA VIRTUAL SOLUSI JALAN-JALAN KE KOREA DI MASA PANDEMI

Gyeongbok Palace. Pic from pixabay:gwons


Sejak awal tahun dunia diguncang hadirnya virus covid 19 yang dengan cepat merambah ke berbagai negara dari Wuhan, China. Virus yang menyebar dengan cepat  membuat beberapa negara melakukan Lockdown untuk menekan jumlah orang terpapar. 


Rencana jalan-jalan pun harus tertunda akibat pandemi, namun sekarang ada alternatif  pilihan jalan-jalan dengan wisata virtual.


Wajah Dunia Wisata Saat Ini


Kondisi Pandemi berimbas langsung pada sektor parisiwisata.  Beberapa negara termasuk Indonesia yang mengadalkan pariwisata sebagai pemasukan devisa harus menerima keadaan dan mulai berinovasi pada sektor lain. 


Bagaimanapun kondisi saat ini tak bisa diprediksi kapan akan berakhir. Meski sulit namun tentu saja kita tidak boleh berputus asa.


Geliat pariwisata meredup, pekerja di sektor ini harus mulai mencari alternatif penghasilan lain. Pun para wisatawan dan penggemar jalan-jalan seperti saya yang harus rela menunda perjalanan wisata karena situasi yang tidak mendukung.


Menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang terdekat saat ini menjadi prioritas. Wajah dunia wisata saat ini memang meredup, tak lagi berseri seperti tahun lalu. Namun kini hadir alternatif wisata baru yang dapat dinikmati oleh siapapun yaitu wisata virtual.


Wisata virtual memberi peluang dunia usaha pariwisata untuk kembali bergiat. Menggunakan teknologi digital saat ini siapaun bisa “piknik” keliling dunia secara virtual dari rumah. Sebuah pengalaman baru yang patut dicoba.


Jalan-jalan ke Korea


Korea adalah salah satu negara yang menjadi incaran wisatawan Indonesia untuk dikunjungi pun melakukan lockdown sehingga tak ada turis yang dapat masuk. Tapi keinginan mengunjungi negeri ginseng tetap berkobar.


Ya, Korea menjadi salah satu tujuan wisata dalam daftar saya. Sejak melihat beberapa setting lokasi drama membuat saya ingin mengunjungi negara tersebut. Tentu saja Seoul menjadi tujuan utama. Kota modern dengan sisi tradisional yang saling berdampingan menarik minat saya yang menggemari sejarah.


Kisah-kisah dari masa kerajaan-kerajaan selalu menarik minat sata. Bukan hanya kerajaan nusantara saja namun juga negara-negara lain. Salah satunya tentu saja Korea yang memiliki sejarah panjang. Sebut saja Goryeo, Silla, dan Jaeson yang kini akrab di telinga masyarakat Indonesia. Jujur, saya salut dengan industri pop korea yang bisa membawa sejarah tradisonal mereka ke kancah internasional dengan luwes dan mudah diterima. Mudah-mudahan Indonesia pun dapat mengangkat sejarah bangsa yang memiliki banyak kisah dan keunikan budaya.


baca juga https://www.jagatmaheswari.com/2019/01/yogyakarta-dan-kenangan-sepanjang-masa.html



Wisata Virtual ke Seoul


Demi menjaga keselamatan namun tetap dapat menikmati jalan-jalan saya ikut wisata virtual. Wisata virtual ini diadakan oleh Komunitas ISB (Indonesia Social Blogpreneur) bersama Wisata Kreatif Jakarta.


Saya penasaran sekali ingin mencoba wisata virtual dengan tujuan kota Seoul. Jadi malam minggu lalu saya bersama teman-teman sudah berkumpul di aplikasi meeting untuk memulai menjelajah kota Seoul.


Disana sudah ada mbak Ira Lathief yang menjadi pemandu kami menikmati kota Seoul dan tentu saja Nami island yang fenomenal itu.



Gyeongbok Palace


Lokasi pertama adalah Gyeongbok Palace atau istana Gangbuk yang terletak di sebelah utara kota Seoul. Istana yang dibangun oleh dinasti Joseon ini merupakan salah satu dari lima istana besar.


Raja Gojong yang merupakan pewaris tahta dan menjadi seorang raja yang dicintai rakyatnya harus menghadapi invansi Jepang. Istana yang sangat luas ini pernah terbakar dan harus dibangun kembali menyerupai bangunan aslinya yang memiliki berbagai bagungan dengan fungsi masing-masing seperti kediaman raja, kediaman putri-putri, balai pertemuan dan lain-lain.


Salah satu lokasi yang paling diminati wisatawan adalah sebuat spot foto dengan latar belakang danau dan bangunan tradisional. lokasi ini selalu ramai dikunjungi wisatwan. Karena sangat luas tentu saja harus menyiapkan tenaga untuk berkeliling. Tapi karena ini wisata virtual tentu saja tak lelah sama sekali. Rasanya benar-benar seperti berada di sana. Menyaksikan bangunan bersejarah dengan keunikannya.



Cheongye Stream


Selanjutnya menuju Cheongye Stream, tadinya saya pikir akan menemukan sebuah tempat keren kekinian. Namun ternyata yang dituju adalah sebuah sungai. Jangan membayangkan seperti di Jakarta ya, di sana aliran airnya bersih dan tidak berbau. Dipinggirnya terdapat semacam bantaran yang digunakan masyarakat untuk menikmati berbagai atraksi seniman jalanan atau sekadar duduk dan bercengkrama.


Saat-saat tertentu diajakan festival lampion menerangi malam dengan warna-warnki cantik di atas sungai. Pun sungai ini tak lepas dari sejarah perjalanan negri ini. Konon pelarian dari Korea Utara yang ingin menetap di Korea Selatan banyak yang tinggal di bantaran sungai ini sebelum direstorasi menjadi tempat wisata.



Hanok Village


Hanok Village desa tradisional Korea yang terletak di daerah tinggi ini menjadi antithesis kemodernan Seoul. Dengan ciri khas lorong-lorong sempit panjang diapit rumah-rumah tradisonal daerah ini menjadi tujuan wisata yang juga sangat instagramable.


Beberapa rumah beralh fungsi sebagai home stay bagi wisatawan yang ingin merasakan hidup seperti penduduk lokal.


Gangnam


Dari wilayah pedesaan tradisional kami terlempar ke wilayah paling “Wah” di Seoul. Mana lagi kalau bukan Gangnam? Sebuah nama yang meroket berkat penyanyi Psy. Tanah yang mahal menciptakan golongan sosial tertentu yang bisa memiliki hunian di sana. Pun daerah perbelanjaan yang sangat elit.


Bahkan nilai Gangnam secara ekonomi lebih tinggi dari Busan. Bayangkan betapa mahalnya property di wilayah ini. Bagi turis pas-pasan datang kesini cukuplah untuk sekadar melihat-lihat saja. Tak usah memaksa belanja. Karena ada tempat lain yang lebih cocok dijadikan surga belanja.


Myengdong Street


Nah, ini dia surge belanja turis mancanegara yang sering diserbu wisatawan Indonesia. Myengdong Street menawarkan berbagai produk andalan Korea yang banyak diminati wisatwan seperti kosmetik dan fashion.


Saat sore hingga malam kawasan ini semakin semarak dengan pedagang makanan yang membuka kios di sepanjang jalan. Menawarkan aneka jajanan khas kaki lima Korea yang sering juga muncul di berbagai drama.


Namun karena ini wisata virtual kami tak bisa turut mencicipi aneka jajanan tersebut meski penampakannya sangat menggiurkan, pun tak bisa ikut mengintip toko-toko kosmetik yang menawarkan berbagai diskon. Iya, sedih memang.


Dongdaemun


Dongdaemun juga merupakan pusat perbelanjaan yang banyak diminati wisatawan. Turis dari Indonesia belum merasa puas jika belum berbelanja di sini. Bahkan presiden Jokowi pun pernah mengunjungi tempat ini.


Budaya pop Korea telah menarik minat wisatawan dan meningkatkan roda ekonomi negara ini secara signifikan.


Seoul Tower


Beberapa adegan drama Korea mengambil lokasi di Seoul Tower. Menurut mbak Ira, yang masih bersemangat memandu kami dalam wisata virtual ini, dulunya tower ini adalah menara radio. Kemudian menjadi salah satu tempat wisata yang menarik karena dari ketinggian 236 meter kita bisa melihat keindahan kota Seoul dalam radius 360 derajat.


Bagi yang takut ketinggian memang sebaiknyadipertimbangkan untuk datang kesini. Namun jika mengikuti wisata virtual seeprti ini tentu saja hal itu tak perlu menjadi masalah.


Nami island


Penggemar drama Korea tentu sangat penasaran dengan pulau Nami. Perjalanan yang lumayan jauh harus di tempuh dari Seoul untuk dapat mengunjungi pulau ini. Menyebrang dengan very sebentar saja sudah nampak pulau Nami ini.


Memang pemandangannya sangat indah, namun tidak ada obyek wisata lain selain hutan untuk berfoto ria. Pulau ini ditujukan untuk resort atau tempat beristirahat dari kesibukan.


Pengalaman Wisata Virtual ke Seoul


Sekita dua jam kami dipandu mengelilingi kota Seoul dan pulau Nami secara virtual. Bagi saya ini pengalaman yang menyenangkan, benar-benar seperti berada di sana, merasakan keindahan alam dan menikmati bangunan bersejarah.


Selain karena gambar yang bisa dirotasi berkeliling juga karena dipandu dengan apik oleh tour guide berpengalaman. Wisata Virtual ke Seoul ini membuat saya ingin piknik ke berbagai belahan dunia lain meski secara virtual sebelum benar-benar mendapat kesempatan mengunjungi secara nyata.

 

Salam

Eka Murti

5 MAKANAN KHAS PEMALANG

 5 MAKANAN KHAS PEMALANG TEMAN MAKAN LONTONG


Saat melalui jalan darat melalui jalur Pantura maka kita akan menemukan sebuah kota

bernama Pemalang. Meski kota ini tak setenar kota-kota tetangganya Tegal dan Pekalongan

namun bukan berarti tak memiliki makanan khas yang dapat memanjakan lidah para penikmat

kuliner.


Jika melalui tol trans jawa kita bisa mengambil jalur keluar langsung di Pemalang atau Km 312.

Dari pintu keluar tol untuk sampai ke pusat kota tak sampai 10 km dan bisa ditempuh dalam

waktu sekitar 15 menit saja. Beberapa tempat makan terpusat di alun-alun kota. Khususnya

saat senja tiba dan alun-alun mulai ramai pengunjung.


Kekayaan Makanan Khas Tradisional Indonesia

Tak dimungkiri Indonesia menjadi surga bagi penikmat kuliner. Jangankan berbeda propinsi

atau pulau hanya berbeda kota pun sudah memiliki sajian makanan khas yang beragam. Tak terkecuali

Pemalang meski merupakan kota kecil di wilayah Jawa Tengah namun kekayaan kulinernya

tak bisa dipandang sebelah mata.


Keragaman kuliner merupakan bukti kekayaan budaya yang berkembang dalam masyarakat

Indonesia sejak zaman dahulu. Aneka makanan tradisional berkembang sebagai bagian dari

kearifan lokal. Menjadi kekhasan suatu wilayah yang berbeda dari wilayah lainnya.

Sajian Kuliner Teman Makan Lontong.

5 Teman Makan Lontong dari Pemalang

Orang Indonesia mengenal lontong sebagai makanan pokok pengganti nasi. Lontong adalah

beras yang dibungkus daun pisang berbentuk silinder dan dikukus hingga matang. Seiring

perkembangan zaman terutama di kota-kota besar. lontong tidak melulu dibungkus daun

pisang namun sudah menggunakan plastic sebagai ganti daun dengan alasan kepraktisan. Jika

di daerah lain lontong dimakan dengan aneka sayur bersantan, makanan pendamping lontong

di Pemalang lebih beragam.


1. Grombyang



Grombyang adalah makan khas Pemalang pertama yang wajib dicoba. Makanan yang berkuah

hitam mirip rawon namun tentu saja rasanya berbeda., meski dalam racikan bumbunya juga menggunakan kluwek untuk menciptakan kuah berwarna hitam. Pada grombyang rasa kluwek

tidak terlalu dominan seperti pada rawon.


Uniknya kuah dengan beragam rempah pada grombyang terasa gurih karena ada campuran

parutan kelapa. Grombyang berisi potongan daging sapi dan irisan daun bawang yang di kota

ini disebut teropong.


Dinikmati bersama nasi atau lontong menciptakan perpaduan unik dan nikmat. Jangan lupa

tambahan sambal dan tentu aneka gorengan yang menjadikan pengalaman makan grombyang

menjadi tak terlupakan.


Tempat makan grombyang yang paling terkenal adalah Haji Toli berada di jalan R.E

Martadinata. Tapi jangan mengharapkan akan menemukan sebuah restoran besar, karena

tempat menikmati grombyang ini adalah sebuah warung tenda. Bisa dikatakan sepanjang jalan

ini merupakan arena kuliner dengan berderet-deret warung tenda yang menjajakan aneka jenis

makanan tradisional. saat malam tiba geliat keramaian di tempat ini baru dimulai.


2. Sate Louso



Jika kota tetangganya Tegal terkenal dengan sate kambingnya, maka Pemalang memiliki sate

Louso. Kuliner satu ini menggunakan daging sapi sebagai bahan dasar. Tidak seperti sate

pada umumnya yang dibakar langsung saat mentah sate Louso telah dimasak sebelumnya

dengan aneka bumbu yang menciptakan rasa gurih saat sate tersebut dibakar.


Unuknya daging sapi diiris tipis lalu ditusuk dengan lidi yang panjang. Ukuran lidi ini lebih

panjang daripada sate pada umumnya. Saat sate dibakar aromanya yang harum sudah

meningkatkan selera. Disiram bumbu kacang menjadikan sate louso sajian yang tak dapat

ditolak.


3. Bakso sapi Khas Pemalang

Sebuah warung bakso sapi khas Pemalang telah dimiliki oleh tiga generasi. Warung bakso sapi

ini merupakan salah satu tempat kuliner khas Pemalang. Jika kita terbiasa menyantap

semangkuk bakso sapi berbentuk bulat atau gepeng maka kita tidak akan menemukannya di

sini.


Bakso sapi khas pemalang nii memang memiliki kuah bening seperti bakso pada umumnya pun

bersanding dengan mie kuning maupun bihun. Namun isinya bukan daging giling yang

berbentuk bulat atau gepeng melainkan potongan daging sapi.


Awalnya saya mengira ini soto daging tapi rasa kuahnya yang bening seperti rasa kuah bakso

pada umumnya. Kuliner satu ini tentu saja disantap dengan lontong yang disajikan terpisah.


4. Lotek



Di Pemalang lotek serupa dengan gado-gado yang lebih familier. Namun tentu saja ada

perbedaan mendasar dari keduanya. Jika gado-gado menggunakan bawang putih sebagai

rempah pada lotek tidak digunakan bawang sama sekali. Bumbu yang digunakan lebih mirip

bumbu rujak.


Meskipun sama-sama saos kacang, lotek tidak menggunakan kacang sebanyak gado-gado.

Bahan-bahan pembuat bumbu lotek adalah: cabai, garam,gula jawa, terasi dan sedikit kacang

yang dihasulkan dan ditambah sedikit air asam jawa sebagai penyeimbang rasa. Kemudian

aneka sayuran rebus diaduk bersama lontong.


Makanan sederhana yang tak pernah gagal membuat selera makan meningkat dengan

perpaduan bumbu dan sayur yang segar.


5. Lontong dekem


Lontong dekem adalah salah satu makan khas Pemalang yang tidak ditemukan di tempat lain.

Jangan sampai melewatkan kuliner tradisional satu ini. Nama yang unik berasal dari cara

penyajiannya. Sebelum disajikan lontong dipotong-potong kemudian disiram kuah santan

berwarna kuning. Kemudian kuah ditumpahkan, lalu disiram lagi berkali-kali hingga lontong

terendam kuah santan tersebut. Kemudian terdapat suwiran daging bebek, di atasnya ditaburi

serundeng (kelapa sangrai), daun bawang dan kerupuk mi.


lontong dekem lebih mantab dinikmati dengan sate ayam yang selalu disajikan oleh penjual.

Ada dua pilihan sate ayam basah (berkuah) dan sate kering (goreng). Sekilas lontong dekem

nampak menyerupai lontong sayur namun kuahnya lebih encer dan potongan lontongnya lebih

besar. Rasa kuahnya lebih pedas dengan penggunaan rempah sereh.


Menikmati Makanan Khas Pemalang dengan Mudah



Menikmati makanan khas Pemalang memang lebih nikmat jika bisa datang dan duduk langsung di tempatnya. Merasakan nuansa makan seperti penduduk lokal menjadi sebuah pengalaman yang menambah nilai perjalanan kuliner. 

Namun di saat pandemi seperti saat ini tentu ada keterbatasan untuk melakukan hal-hal yang dahulu merupakan hal yang biasa kini menjadi berbeda. Protocol kesehatan harus diterapkan agar tidak memperluas penyebaran virus covid 19.

Pembelian aneka makanan khas Pemalang sekarang pun sudah bisa dilakukan secara on line dengan mengunakan aplikasi secara mudah.

Kekayaan makanan khas Indonesia yang beragam memberi peluang usaha bagi masyarakat sebagai

bagian dari kekuatan ekonomi lokal yang harus terus dikembangkan. Menjadi bagian dari

budaya setempat dan keunggulan daerah untuk memperkuat khasanah budaya bangsa.

Majulah negeriku Indonesia.


salam 

Eka Murti