Explore Our Content Collection!

Browse through our gallery of expertly-crafted content to find the perfect one for your inspiring.

URUSAN DAPUR: DULU ALERGI, SEKARANG BERANI MASAK PORSI BANYAK


URUSAN DAPUR: DULU ALERGI, SEKARANG BERANI MASAK PORSI BANYAK


Urusan dapur alias masak memasak bukan keahlian yang saya miliki sejak dulu. Bahkan bisa dibilang saya alergi dapur. Secara harfiah, saat berada di antara aneka bumbu khususnya cabai yang di goreng secara otomatis saya akan terserang bersin-bersin hebat, mata berair dan hidung tersumbat. Bahkan jika berada terlalu lama dekat kompor yang membara atau merajang bumbu yang bergetah “panas” seperti bawang-bawangan dan cabai,maka kulit wajah, leher dan tangan akan terserang gatal-gatal serta memerah.

Itulah kenapa ibu saya sering kali melarang jika saya bermaksud membantu di dapur saat memasak, karena bukannya mempercepat justru merepotkan. Sebentar gatal, sebentar bersin, dapur sempit itu jadi terasa sesak dan berisik.

Akhirnya saya menyingkir dan hanya kembali untuk mempersiapkan hidangan yang telah matang ke dalam piring saji. Hingga besar saya pun tak bisa memasak. Pernah suatu ketika ibu sedang pergi ke luar kota, jadilah bapak yang memasak. Anak gadis ini duduk manis saja menunggu matang. Sungguh terlalu ya, hahahaha.

Sejak dulu saya ini memang cenderung tomboy, mungkin karena tumbuh di antara dua saudara laki-laki. Bahkan seorang teman hingga sekarang pun masih menganggap saya tomboy meski sudah memakai gamis sekalipun. Aneh ya? Tapi begitulah adanya.

Urusan dapur
Teman-teman saya pun takjub dan tak percaya

Belajar karena terpaksa
Setelah hidup terpisah dari orang tua saya belajar memasak karena terpaksa. Awalnya itu adalah siksaan maha dahsyat. Untuk meminimalisir dampak alergi saya tidak memasak apapun yang berhubungan dengan cabai-cabaian. Bersin-bersin terhindari, tapi gatal tetap terjadi.
Hanya tekad sekuat baja yang membuat saya bertahan terus berada di dapur. Masakan pertama adalah udang goreng mentega. Saya pilih karena gampang, hanya iris-iris bawang Bombay ditambah aneka kecap. Yups, berhasil meski rasanya terlalu asin. Supaya dapat dimakan saya cuci udangnya dan masak dari awal lagi sausnya. Jika menurut keterangan resep tersebut dimasak dalam waktu tidak lebih dari 30 menit, saya menyelesaikannya dalam waktu 1 jam 30 menit.

Merasa puas, saya memberanikan diri mempersembahkan masakan tersebut untuk bapak saya yang sangat menyukai seafood. Orang-orang di rumah semula tak percaya itu masakan saya, mereka menuduh hasil membeli di restaurant.

Sukses masakan pertama saya memasak untuk yang ke dua kalinya, selama berbulan-bulan saya hanya memasak masakan ala Chinese food saja. Bumbunya sederhana, masaknya mudah dan cepat serta hasinya nampak seperti buatan koki professional.

Hadiah yang Tak Terduga


Seorang kenalan tiba-tiba memberi saya hadiah sebuah hand mixer, karena beliau mau pindah ke luar kota. Saat itu saya bingung akan digunakan untuk apa, karena saya tidak bisa membuat kue apapun. Takdir mempertemukan saya dengan sebuah oven listrik kecil saat mendapat hadiah undian dari sebuah bank. Kedua alat itu seperti berkonspirasi memaksa saya melakukan percobaan membuat kue.

Bolu pertama hasilnya bantat dan gosong, pun kue kering yang terlalu garing dan keras. Tak ada yang bisa dimakan. Padahal saya sudah mengikuti aturan sesuai resep. Kegagalan itu membuat penasaran dan saya terus mencoba hingga berhasil membuat kue yang lezat.

Menerima Pesanan


urusan dapur
Tantangan masak ala catering
Memasak untuk satu-dua orang tentu berbeda dengan memasak untuk puluhan orang orang. Sungguh nekad memang saat saya menerima sebuah tantangan untuk menyediakan makan siang sebanyak 4 porsi berupa nasi kuning dan lauk pauknya.

Tantangan itu datang dari sebuah komunitas blogger yang saya ikuti Blogger Jakarta untuk menyediakan makan siang saat acara sharing session bulan November lalu.  Sharing session yang membahas cara menaikan Domain Authority (DA) blog, diikuti pemilihan ketua Blogger Jakarta periode 2018-2019. Dasar nekad, saya iyakan saja, meski jujur saya tidak tahu apa yang akan terjadi.

Akhirnya saya “dipaksa lagi untuk upgrade kemampuan. Belajar memenejemen segala sesuatunya, karena saya harus mempersiapkan dan menyelesaikan semuanya seorang diri. Manajemen waktu, 

resep yang sesuai untuk hidangan dengan porsi besar serta menghitung biaya produksi dan lain-lain.
Alhamdulillah, hasilnya tidak mengecewakan. Peserta merasa puas dan saya pun gembira. Lega luar biasa berhasil menyelesaikan tantangan pertama. Terima kasih kawan-kawan Blogger Jakarta yang telah percaya kalau saya bisa (love … love… pokoknya).

Blogger Jakarta Crew


Sekarang saya siap menerima pesanan lainnya. Semoga berkah. Aamiin. So, kalau ada yang merasa tidak bisa memasak jangan putus harapan, terus belajar dan mencoba sampai berhasil. Semangat!

Salam,

Eka Murti



KELOMPOK RENTAN (PEREMPUAN DAN ANAK) DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN


KELOMPOK RENTAN (PEREMPUAN DAN ANAK) DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

peserta Seminar Publikasi
"Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak"




Pembangunan sebuah bangsa sudah selayaknya mampu mengajak seluruh elemen bangsa untuk terlibat dan merasakan dampaknya. Jangan sampai terjadi ekslusivitas dimana ada sekelompok masyarakat yang tidak merasakan efek dari program-program pembangunan tersebut. Program pembangunan yang berkelanjutan melibatkan berbagai sektor, baik politik, sosial dan ekonomi yang terintegrasi serta berjalan secara beriringan dan berkeadilan.

Kempok Rentan

Tujuan utama Pembangunan Berkelanjutan (TPB) “No one left behind”.

Tak dapat dipungkiri ada sekelompok elemen bangsa yang termasuk dalam golongan kelompok rentan dimana dibutuhkan perlakuan khusus agar tercapai unsur keadilan di dalamnya. Definisi kelompok rentan menurut Human Right Reference 3 termasuk: Refugees, Internally Displaced Persons, National Minorities, Migrant workers, Indigeneous people, children and woman.

Menurut Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang No.39 Tahun 1999 yang menyatakan bahwa setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya.

Dalam Penjelasan pasal tersebut disebutkan bahwa yang dimaksud dengan kelompok masyarakat yang rentan, antara lain, adalah orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil dan penyandang cacat.

Tujuan Publikasi

Berdasar hasil statistik di Indonesia kelompok rentan terbesar adalah Perempuan dan anak-anak. Oleh sebab itu Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan badan Pusat Statistik menerbitkan publikasi tahunan dengan tujuan memetakan profil perempuan dan anak Indonesia, pembangunan gender serta publikasi tematik yang dipilih setiap tahunnya agar mendapat gambaran secara menyeluruh tentang kondisi Perempuan dan Anak di Indonesia.

Publikasi ini merupakan informasi yang akurat dalam membuat kebijakan publik lintas sektoral. Karena sejatinya pembangunan bangsa adalah kerja sama yang saling terkait antar lembaga maupun bersama dengan elemen masyarakat.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)

Pengentasan segala bentuk kemiskinan di semua tempat(1)

Menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan(2)

Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia.(3)

Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua(4)

Mencapai kesetaraan Gender dan memberdayakan kaum perempuan(5)

Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua(8)

Mengurangi Kesenjangan Intra dan Antarnegara(10)

Menjadikan kota dan Permukiman Inklusif Aman Tangguh dan Berkelanjutan(11)

4 Publikasi Tahun 2018        

Terdapat empat publikasi yang diterbitkan di tahun 2018 ini, seperti yang dipaparkan dalam Seminar Publikasi “Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak” pada tanggal 27 November 2018, di Jakarta.

1. Pembangunan Manusia Berbasis Gender

Gender menurut Helen Tierny adalah adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Menurut definisi di atas maka gender merupakan sebuah produk sosial budaya yang dapat berubah atau diubah seusai perkembangan zaman. Pembangunan manusia berbasis gender memiliki makna perbaikan kualitas hidup yang seimbang antara perempuan dan laki-laki. Idealnya peningkatan pembangunan gender akan menciptakan keseimbangan pemberdayaan anatar perempuan dan laki-laki.

Pembangunan manusia berbasis gender adalah pembangunan yang memperhatikan unsur-unsur kesetaraan Gender dalam pembangunan berkelanjutan. Kesetaraan gender adalah suatu kondisi dan perlakuan yang sama/ setara terhadap perempuan maupun laki-laki dalam kapasitas memperoleh kesempatan maupun haknya sebagai manusia agar mampur berperan dan berpartisipasi dalam pembangunan serta menikamti hasil pembangunan secara adil.

Target Pembangunan berbasis Gender: meningkatkan kualitas perempuan dari sisi kesehatan, ekonomi, dan tenaga kerja serta menghapuskan diskriminasi, kekerasan, dan praktek berbahaya bagi perempuan (TPB- 8).

Fakta yang terjadi di lapangan:

Terjadi pembedaan perlakuan dari lingkungan terhadap perempuan dan laki-laki yang umumnya berasal dari faktor budaya yang mengakibatkan terjadinya ketidakadilan gender.

Munculnya ketidakadilan gender yang terdiri dari : stereotype, kekerasan, beban ganda, marjinalisasi dan subordinasi

Beberapa indikator perkembangan pembangunan berbasis gender ini adalah:
  • Indeks keterwakilan perempuan di parlemen
  • Indeks Indeks perempuan sebagai tenaga profesional, kepemimpinan, dan teknisi
  • Indeks sumbangan pendapatan perempuan

Meski telah terjadi peningkatan namun peningkatan kualitas perempuan belum sepenuhnya diimbangi oleh peran aktif di sektor publik terjadi di beberapa wilayah. Masih belum tercapai pemerataan perkembangan di seluruh wilayah Indonesia.


2. Profil Perempuan Indonesia 2018

Menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua (TPB- 4).

Capaian Pendidikan Perempuan

Pencatatan statistik secara nasional menunjukkan hasil sebagai berikut:
Angka Melek Huruf (AMH) perempuan berumur 15 tahun ke atas masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Di daerah Perkotaan maupun Perdesaan mempunyai pola yang sama, dimana AMH perempuan  lebih rendah dibandingkan laki-laki . Di daerah perdesaan, terjadi perbedaan yang relatif tinggi sekitar 5 persen antara AMH perempuan dan AMH Laki-laki.

Secara nasional, rata-rata lama sekolah perempuan berumur 15 tahun ke atas hanya sekitar 8,17 tahun, masih lebih rendah dibandingkan laki-laki 8,83 tahun. Di daerah Perkotaan maupun Perdesaan mempunyai pola yang sama, dimana rata-rata lama sekolah perempuan  lebih rendah dibandingkan laki-laki.

Dari hasil di atas terlihat capaian pendidikan perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Untuk itu perlu menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan khususnya dalam sektor pendidikan agar tercapai keseimbangan dan keadilan dalam kesempatan mendapat pendidikan.

Kualitas Kesehatan Perempuan


Secara nasional, perempuan yang berobat jalan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Perempuan 47,50 persen dan laki-laki  45,06 persen. Perempuan di Perkotaan lebih banyak yang berobat jalan di bandingkan perempun Perdesaan.

305 perempuan meninggal pada saat hamil, saat melahirkan atau masa nifas per 100.000 kelahiran hidup (Hasil Supas 2015).

Masih rentannya kesehatan perempuan dalam kondisi hamil, melahirkan atau masa nifas ini harus segera dicari solusinya agar persentase kematian semakin menurun.

 Peran Perempuan dalam Dunia Kerja


TPB- 10 Berkurangnya Kesenjangan (pendapatan) antara pekerja perempuan dengan laki-laki.
  • Mengakhiri semua bentuk diskriminasi terhadap semua perempuan dan anak perempuan di mana-mana, termasuk  kesetaraan bidang ketenagakerjaan.
  • Memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan  dalam dunia kerja.
  • Melihat capaian perempuan dalam bidang ketenagakerjaan melalui statistik.

Akses dan Penggunaan Internet Perempuan

Tujuan utama TPB “No one left behind” berlaku untuk semua hal, termasuk untuk teknologi informasi.

Target TPB no 9.c Secara signifikan meningkatkan akses terhadap teknologi informasi dan teknologi, dan mengusahakan penyediaan akses universal dan terjangkau internet di Negara-Negara berkembang.

Perempuan yang mengakses internet angkanya juga lebih kecil dibandingkan laki-laki (30,15% berbanding 34,51%). HP merupakan media yang paling banyak digunakan untuk mengakses internet, 91,67% perempuan dan 91,25% laki-laki. Pengguna komputer di kalangan perempuan  juga lebih sedikit dibandingkan laki-laki (17,97% berbanding 20,08%).

3. Profil Anak Indonesia 2018


BPS memproyeksikan bahwa 30,5 persen atau 79,6 juta jiwa penduduk Indonesia pada tahun 2017 adalah anak-anak berusia 0-17 tahun. Dengan prosentase yang demikian besar namun anak termasuk dalam kelompok rentan yang perlu perlindungan maka hasil statistic sangat bermanfaat dalam penerapan program pemerintah terkait perlindungan dan kesejahteraan anak.

Rentang usia 0-17 tahun adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi saat ini, karena di masa datang merekalah yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa.

Kondisi anak di Indonesia yang disajikan dalam publikasi ini meliputi beberapa dimensi yaitu demografi, lingkungan keluarga, pendidikan, kesehatan dasar dan kesejahteraan anak, perlindungan anak terhadap masalah hukum, serta anak yang bekerja.

Publikasi ini diharapkan dapat melengkapi berbagai macam publikasi tentang anak lainnya, sehingga pemerintah dan berbagai kementerian maupun lembaga terkait dapat memberikan manfaat lebih optimal terhadap pembangunan anak.

Tujuan yang ingin dicapai adalah:
  • Penghapusan kemiskinan anak
  • Menciptakan lingkungan ramah anak
  • Tidak ada lagi anak yang meninggal akibat kekurangan gizi atau karena penyakit yang dapat diobati.
  • Memenuhi kebutuhan pendidikan anak khususnya di usia dini.

Perlindungan Hukum

Salah satu hak anak adalah memiliki akte kelahiran. Namun hasil statistik menunjukkan baru 83.33% saja anak yang memiliki akte kelahiran, artinya belum seluruh anak Indonesia memiliki akte.

Hak sipil anak yang tidak jelas tanpa memiliki akte akan berdampak pada status kewarganegaraan maupun hak mendapat perlindungan namun juga terkait hak dan kewajibannya di masa datang.

Sementara di ranah hukum terdapat 3.479 anak di Indonesia menjadi pelaku tindak pidana yang menjadi tahanan atau narapidana. Kondisi ini dipicu oleh berbagai sebab, namun perlu mendapat perhatian khusus terkait banyak faktor seperti hak-hak sebagai anak serta mempersiapkan mereka saat kembali ke masyarakat.

Kesehatan,Pendidikan dan Pekerja Anak

Pernikahan dan kehamilan pada usia anak-anak akan berdampak pada resiko kematiann akibat hamil dan melahirkan serta kesehatan reproduksi.  

Terjadi penurunan angka kematian neonatal, angka kematian bayi, dan angka kematian balita dari tahun 1991-2017.

Sebagian besar anak berumur 7-17 tahun yang tidak/belum pernah bersekolah atau tidak bersekolah lagi dikarenakan alasan ekonomi.

Semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin tinggi angka putus sekolah.
Sebanyak 7,23 persen anak usia 10-17 tahun bekerja. Sebagian besar anak usia 10- 17 tahun bekerja di sektor informal.

4. Profil Generasi Milenial Indonesia (Tematik)

Generasi Milenial

Generasi Milenial adalah generasi yang terlahir dari tahun 1980 – 2000. Generasi ini adalah salah satu golongan penduduk terbesar di Indonesia. Mereka merupakan generasi pelaku pada Industri 4.0 yang serba digital. Untuk itu perlu di buat profil secara statistik agar dapat member gambaran utuh perihal posisi dan kondisi generasi milenial ini.

Secara politilk bisa dikatakan mereka jugalah yang memiliki suara terbesar, maka tak heran jika generasi ini menjadi target pengumpulan suara. Bagaimanapun juga hasil statistik merupakan gambaran angka yang penggunaannya tergantung kebutuhan masing-masing stake holder.

Untuk itu KPPPA serta Badan Pusat statistik memutuskan membuat profil generasi milenial ini sebagai publikasi tematik untuk tahun 2018 ini.

Gambaran hasil pencatatan statistik terhadap Profil Perempuan dan anak sudah selayaknya mendapat perhatian khusus agar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya kelompok rentan dalam hal ini Perempuan dan Anak.

Salam

Eka Murti

Anak Zaman Now dan Era Indutri 4.0


Anak Zaman Now dan Era Indutri 4.0


Industri 4.0 sumber: Pixabay


Anak  zaman now adalah generasi yang akan mengisi pembangunan bangsa pada era industri 4.0. Secara sederhana era industri 4.0 dapat digambarkan sebagai sebuah dunia yang terkait dengan teknologi digital, kegiatan perekonomian tidak lagi perlu hadir secara fisik, namun dapat berlangsung secara virtual, atau disebut juga sebagai ekonomi digital.

Era tersebut sudah mulai terlihat saat ini dengan maraknya pembayaran melalui aplikasi yang bisa diakses melalui gawai. Tak perlu ada kehadiran uang secara fisik pun kita bisa pergi kemana-mana dengan naik ojek online, berbelanja melalui online shop, bahkan membeli semangkuk bakso pun kini bisa hanya dengan melakukan scan barcode yang tertempel di gerobak si penjual. Praktis, dan tak perlu repot mencari kembalian jika pembayaran dengan pecahan nominal besar. Hal ini juga berlaku sebaliknya, berbelanja di toko retail kadang memberi harga ajaib, sementara uang fisik pecahan tersebut nyaris tak tersedia, jika dibayar dengan kartu atau dana virtual pembayaran bisa pas sesuai harga.

Anak Muda dan Teknologi


Saat segala keperluan dapat diperoleh dengan cepat dan mudah tentu membuat kita merasa nyaman, terlayani dengan maksimal. Namun ada sisi buruk dari banjirnya informasi melalui media digital atau internet yang telah menjadi kebutuhan sehari-hari saat ini.

Orang tua tak dapat menjauhkan anak dari kecanggihan teknologi. Bagaimanapun itu adalah bagian dari kehidupan mereka di masa datang. Jangan sampai karena terlalu dibatasi anak menjadi gagap teknologi  dan justru menyulitkan kehidupannya kelak. Ingat, anak-anak adalah pemilik masa depan.

Anak harus paham teknologi, namun harus ada benteng kuat yang menjaga mereka agar tak tersesat dalam labirin ketidaktahuaan. Usia remaja adalah masa-masa pencarian jati diri, secara psikologis remaja masih belum mampu mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang. Akan tetapi akses informasi yang mudah telah membuat anak memiliki pengetahuan yang luas. Semangat yang dan rasa ingin tahu yang besar seringkali membuat remaja mengambil keputusan tanpa pikir panjang.


Remaja dan Media Sosial


Media Sosial, sumber: Pixabay 

Peran orang tua dan juga pemerintah sangat penting dalam menjaga generasi penerus agar tak rusak akibat efek samping kemajuan teknologi ini.   Salah satunya adalah media sosial. Remaja, bahkan beberapa anak dengan usia lebih muda sudah pandai dan paham tentang fungsi media sosial. Namun, kadangkala mereka terseret arus dalam bermedia sosial. Contoh yang marak terjadi adalah menggunakan media sosial untuk menyebar kebencian ataupun berita bohong (hoax). 

Seringkali para remaja tak paham benar akibat perbuatannya, merasa bahwa media sosial adalah dunia yang bebas tanpa aturan. Fakta bahwa ada hukum tentang penyalahgunaan informasi teknologi tak mereka gubris atau bahkan tidak tahu tentang adanya undang-undang ITE.

Pendampingan orang tua perlu untuk memberi pemahaman bahwa media sosial bukanlah tempat orang berbuat sesuka hati tanpa mendapat konsekuensi. Media sosial juga bukan dunia nyata dimana setiap komentar yang didapat menjadi penting dan membuat kehidupan nyatanya terganggu.

Cyber bulliying marak dilakukan oleh siapapun di media sosial. Menyerang tanpa ampun, bahkan tak memandang jika korbannya masih remaja. Disini peran orang tua dan juga pemerintah sangat diperlukan, agar tak ada lagi remaja yang menjadi korban media sosial.
Jika dikupas lebih jauh maka efek negatif media sosial menjadi sangat luas, mencakup penipuan, trafficking dan lain-lain. Orang tua perlu mendampingi dan memberi pemahaman bagaimana bermedia sosial yang bijak, agar anak terlindungi dan justru mendapat manfaat dari media sosial.

Artikel terkait:



Anak Zaman Now dan Kemandirian Ekonomi


Dalam era industri saat ini siapapun dapat menjadi pelaku ekonomi. Tak terkecuali remaja. Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan penghasilan jika dikelola dengan bijak. Kemandirian ekonomi pada remaja adalah remaja yang mampu mengelola uang dengan baik, berhasil mengoptimalkan potensi yang dimilikinya, sebagai sumber daya produktif untuk menunjang kehidupan masa depannya.

Anak muda menjadi pengusaha? Zaman sekarang tak ada yang mustahil. Dengan mengoptimalkan kemampuannya, anak zaman now pun bisa berprestasi dan mandiri secara ekonomi. Berbagai kemudahan yang tersedia membuka banyak peluang bagi anak muda berkembang. Selain itu juga banyak pengusaha muda sukses yang bisa menjadi contoh dan teladan yang tentu tak pelit berbagi ilmu.

Salah satunya adalah Wempy Dyocta Koto (@wempydyoctakoto), pemuda kelahiran Minang yang telah memiliki usaha dengan omzet miliaran. Memulai usaha dengan startup dan kini telah mendunia. Meski masih berusia muda Wempy telah berhasil menjalani karir cemerlang sebagai seorang konsultan manajemen.

Wempy Dyocta Koto
Wempy Dyocta Koto, Investor & Mentor Startup Global 


Bagi Wempy, seorang Capitalis Ventura yang merangkap Mentor Startup Global, sekarang setelah berhasil mencapai impiannya yang terpenting adalah membantu generasi muda untuk meraih impian mereka. Wempy kembali ke Indonesia untuk membantu pengusaha muda maraih mimpinya sesuai jalan yang mereka pilih. Karena menurutnya hidup tanpa mimpi itu hampa. Dia juga mengatakan bekerja jangan mengejar uang, makin dikejar uang akan makin lari, tapi kejar impian maka uang akan datang.  

Mengajar anak muda dengan bisnis-bisnis starup mereka sendiri, dengan melalui setiap tahapannya hingga startup tersebut siap untuk mendapat investor dan bisa menghasilkan uang. Membangun sturup adalah untuk multiplikasi, berbeda dengan UKM yang dibangun apa adanya. Gunakan segala indra untuk membangun startup, dengan fondasi yang kuat hingga usaha kita akan menghasilkan di masa datang.

Membangun usaha startup yang dapat mengubah dunia adalah salah satu cara anak zaman now dalam menjadi pemuda yang mandiri secara ekonomi dan bersiap menghadapi era industri 4.0 yang merupakan era ekonomi digital. Gunakan teknologi internet serta media sosial untuk hal-hal positif agar mendapat manfaat bagi pengembangan diri dan peningkatan ekonomi.


Salam


Eka Murti
                                                      




Review: Corine de Farme Purity Micellar Water Membersihkan Wajah dengan Satu langkah Mudah


Review: Corine de Farme Purity Micellar Water  Membersihkan  Wajah dengan Satu langkah Mudah

Corine de Farme Purity Micellar Water
Corine de Farme Purity Micellar Water

Saya mencoba produk pembersih wajah Corine de Farme Purity Micellar Water awalnya karena rasa penasaran setelah seorang kawan yang merupakan beauty blogger menyarankan untuk mencobanya. Karena dia tahu bahwa saya orang yang “pemalas” dalam urusan make up dan membersihkan wajah. Maunya yang serba praktis dan cepat tapi cocok untuk kulit sensitif saya.

Beberapa produk pembersih yang menggunakan miccelar water pernah saya coba, namun hasilnya kurang memuaskan. Ada yang tetap harus dibilas dengan cleansing foam (double cleansing), ada pula yang justru membuat wajah iritasi dan terasa perih.

Ternyata meski sama-sama menggunakan micellar water kandungan lain dalam produk juga sangat mempengaruhi hasil akhirnya. Setelah tahu dalam Corine de Farme Purity Micellar Water terdapat kandungan bunga peoni yang cocok untuk kulit sensitif, saya tak ragu lagi untuk mencobanya.

Kandungan Corine de Farme Purity Micellar Water

Corine de Farme Purity Micellar Water
Corine de Farme Purity Micellar Water
tekstur cair, bening dan ringan


Pembersih wajah Corine de Farme mengandung 97% bahan alami. Terdiri dari micellar water yang mampu membersihkan make-up secara tuntas serta membersihkan wajah, mata dan bibir. Mampu mengangkat kotoran hingga kepori-pori tanpa membuat kulit menjadi kering. Kandungan bunga peoninya membuat micellar water formula yang lembut dan bersifat toning,membuat kulit segar dan aman bagi kulit sensitif.

Selain itu juga terdapat kelebihan lainnya:

  • Bebas Paraben
  • Bebas Alkohol
  • Aman bagi pengguna soft lense
  • Diformulasikan dibawah pengawasan dermatologist
  • Diformulasikan, di produksi dan di kemas di Perancis.


Kemasan


Corine de Farme Purity Micellar Water diproduksi dalam 2 jenis ukuran:
Ukuran 500ml dalam botol plastik yang menggunakan pump
Ukiran 100 ml (traveling zise) dalam botol plastik dengan tutup flip flop yang praktis dan aman.

Semua produk dikemas dengan kemasan daur luang yang ramah lingkungan.

Tekstur


Tekstur pembersih wajah Corine de Farme Purity Micellar Water barupa cairan bening yang ringan dan mudah meresap dengan wangi yang menyegarkan. Saya termasuk orang yang sensitif terhadap aroma sebuah produk, dan cenderung memilih produk pembersih yang tidak memiliki aroma. Namun saat mengoleskan produk ini bau yang tercium terasa segar. Meski cukup kuat tapi tidak menyengat dan harumnya member efek seperti aroma terapi, menenangkan.

Cara pakai:


Basahi kapas dengan Purity Micellar Water, usapkan pada wajah, mata dan bibir.

Setelah pemakaian selama satu minggu, sudah saatnya saya membuat review produk ini.
Saat saya memakai produk foundation anti air biasanya saya menggunakan teknik double cleansing atau dua kali pembersihan, pertama dengan make up remover lalu dengan foam pencuci wajah. Dengan klaim Corine de Farme Purity Micellar Water yang mampu mengangkat make up dengan satu kali pembersihan saja maka saya mencobanya. Dan ternyata hasilnya memang benar-benar bersih.

Kulit terasa kenyal. Lembab dan tidak lengket. Biasanya, saya tidak betah jika setelah menggunakan make up remover tidak dibilas lagi karena selalu terasa lengket. Namun meski terasa lembab, produk ini tidak membuat wajah terasa lengket.

Selain terasa ringan dan lembab, kulit juga terasa lebih kenyal, tidak kesat. Meski aman untuk kulit sensitif  tidak disarankan menggunakan produk ini untuk kulit yang sedang mengalami iritasi atau luka.

Repurchase

Apakah saya akan membeli produk ini lagi?
Jawabannya adalah iya. Saya akan membeli untuk kemasan travel, karena ukuran 100 ml praktis dibawa kemana-mana. Terutama bagi saya yang nyaris seharian berada di luar ruangan dan lebih sering menggunakan moda transportasi umum seperti bus Trans Jakarta ataupun kereta api (Commuter Line). Saat tiba di lokasi acara kadang wajah sudah nampak kusam, untuk melakukan touch up kosmetik seperti bedak dan lipstik pada wajah yang kotor berdebu begitu selain tidak nyaman di kulit juga membuat pori-pori wajah tersumbat. Jika sudah begitu pastilah akan muncul satu- dua jerawat yang menggemaskan. 

Menjaga kebersihan kulit wajah adalah langkah awal menjaga kesehatan. Dengan menggunakan produk yang tepat maka kulit wajah akan senantiasa terawat.

Namun untuk membersihkan dengan metode double cleansing tentu saja menjadi tidak efektif dan ribet. Nah, dengan membawa Corine de Farme Purity Micellar Water travel size,membuat aktifitas membersihkan wajah mudah dengan satu langkah praktis.




Meja Makan dan Keluarga Indonesia pada Era Industri 4.0



Meja Makan dan Keluarga Indonesia di Era Industri 4.0


BKKBN: KELUARGA INDUSTRI 4.0
Blogger berfoto bersama bapak Dr.dr.M. Yani, M.Kes,PKK,
Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN


Saat ini kita berada pada fase industri 3.0 dimana telah memasuki era komputerisasi dan automatisasi industri.  Beberapa tahun ke depan akan memasuki tahap ke empat atau industri 4.0 yaitu era sistem siber-fisik. Manusia akan terhubung melalui jaringan internet, demikian pula industri akan saling terkait, sebagai salinan dunia fisik secara virtual.

Kemudahan akses serta luasnya kemungkinan dalam era industri 4.0 ini akan mempengaruhi keluarga Indonesia secara langsung. Sudah siapkah generasi industri 3.0 menciptakan generasi industri 4.0 yang tangguh?

Perubahan era industri mempengaruhi pola asuh dalam keluarga secara signifikan. Cara orang tua pada generasi industri terdahulu tentulah berbeda dalam pola asuh anak dengan masa kini. Tantangan ke depan harus benar-benar menjadi perhatian seluruh komponen bangsa. Indonesia mengharapkan generasi penerus yang mampu bersaing dalam industri 4.0 bukan hanya dalam hal teknis kemampuan namun juga memiliki kekuatan karakter yang baik.

Pola Keluarga Kecil

Pada era industri 1.0 maupun 2.0 jamak ditemui sebuah keluarga yang hidup bersama bukan hanya keluarga inti saja namun ada nenek-kakek maupun anggota keluarga lainnya, atau biasa disebut sebagai extended family. Setiap anggota keluarga memiliki peran yang jelas sesuai fungsi dalam keluarga. Bisa dikatakan secara tradisional ayah sebagai kepala keluarga adalah tulang punggung dalam mencari nafkah untuk menghidupi seluruh keluarga.

Kini, pola keluarga berubah menjadi keluarga kecil, hanya keluarga inti saja yang tinggal dalam satu rumah. Jika di era sebelumnya istri/ ibu berperan dalam urusan domestik, saat ini peran tersebut telah bergeser, beberapa perempuan mulai aktif di sektor publik dengan bekerja dan berkarir di luar rumah.

Dari kedua gambaran tersebut jelas pola asuh anak akan sangat berbeda, hingga output yang dihasilkan pun tentu berbeda pula. Selain itu, tantangan yang dihadapi sebuah keluarga sudah berkembang menjadi lebih luas. Membatasi arus informasi dari luar yang membanjiri rumah secara masiv semakin sulit. Teknologi memungkinkan akses informasi dengan mudah, bukan hanya informasi positif namun juga negatif.

Peran orang tua sekarang memiliki tuntutan yang berbeda dengan orang tuanya di masa lalu.

Revolusi Keluarga 4.0


level industri, sumber wikipedia.com


Keluarga harus siap menghadapi perubahan zaman yang bergerak cepat. Revolusi keluarga 4.0 adalah platform bagi keluarga dalam mempersiapkan generasi penerus yang tangguh. Agar keluarga di seluruh wilayah Indonesia siap dalam menghadapi era Industri 4.0 ini, maka dibutuhkan peran pemerintah sebagai katalisator dan akselerator bagi program kesiapan keluarga Indonesia.

Mengapa pemerintah perlu turun tangan?


Jelas sekali diperlukan peran serta aktif dari pemerintah untuk membuat gerakan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan dampak negatif banjirnya iformasi dan pergeseran sistem dalam masyarakat. Negara adalah salah satu sistem pendukung terluas bagi peretumbuhan dan perkembangan keluarga. Membutuhkan seluruh negeri untuk mempersiapkan generasi bangsa yang dapat mengambil bagian dalam industri 4.0 secara maksimal. Memiliki kemampuan yang tangguh dan karakter yang kuat.

BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasioanl) merupakan lembaga yang mengemban tugas agar program dan materi program tersampaikan dengan baik ke seluruh lapisan masyarakat. Khususnya yang tinggal di daerah pedesaan harus juga dapat terjangkau dan mudah dalam mengakses materi program secara keseluruhan.

Sejatinya, persoalan keluarga ini adalah tantangan bagi bangsa yang arus ditangani secara holistik dan lintas sektoral. Lembaga pemerintahan selain BKKBN pun mengemban tanggung jawab yang sama besarnya.

Masyarakat sering kali memandang tugas pokok dan fungsi BKKBN hanya persoalan "keluarga berencana dengan 2 anak cukup", saja.

Pengendalian jumlah penduduk hanya salah satu tugas BKKBN, tugas lain adalah menjadikan keluarga Indonesia mampu menjadi keluarga tangguh, mandiri dan mendidik generasi penerus yang terbaik.. Salah satunya adalah melalui platform keluarga 4.0, program pengembangan keluarga di era industri 4.0.
Dalam idustri 4.0 generasi muda yang dicetak harus memiliki bekal ilmu dan keahlian yang memadai serta memiliki karakter yang baik. Pembentukan karakter terkait dengan fungsi sosial keluarga yang bekerja maksimal. Oleh karenya harus dipersiapkan sejak dini dan dimulai dari keluarga.

Meja Makan dan Keluarga Indonesia yang Tangguh

BKKBN; KELUARGA INDUSTRI 4.0
bersama ibu Roslina verauli (Vera), psikolog

Industri 4.0 mempengaruhi komunikasi dalam kleuarga secara langsung. Keluarga mendapat gempuran dampak perubahan teknologi dari berbagai sisi. Salah satunya adalah arus komunikasi yang dahulu dilakukan secara verbal dan langsung, kini bergeser menggunakan gawai.

Namun sesungguhnya, pertemuan keluarga menjadi sangat penting agar informasi yang mengalir dalam keluarga tersampaikan secara langsung pada setiap individu. Cara yang paling efektif dalam menciptakan waktu berkualitas adalah di meja makan.

Berkumpul di meja makan, berkumpul bersama, makan bersama dan mengalirlah informasi. Penting diingat informasi yang haruslah informasi psoitif, karena hal itu akan berdampak signifikan dalam memperkuat karakter anggauta keluarga.

Informasi negative sering kali bukan hanya soal isi informasinya namun juga cara penyampaiannya. Jika disampaikan secara negatif maka akan diterima dengan negatif juga. Untuk itu berkomunikasi butuh dilatih secara terus-menerus, khususnya orang tua agar mampu mendidik dan mencetak generasi penerus yang berkarakter kuat.

Dengan berkumpul di meja makan, setiap anggota keluarga memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan maupun menerima informasi. Hal ini merupakan salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan keluarga.

Meski tak seluruh keluarga adalah keluarga ideal, namun tetap penting berkumpul bersama seperti ini. Agar individu merasa selalu mendapat dukungan dari anggota kelurga lainnya.
Kedekatan emosional yang dirasakan individu kepada setiap anggota keluarganya penting dibangun . Dengan berbagi informasi, ide dan perasaan akan mengubah relasi dalam keluarga.

Kembali ke meja makan, berkumpul dalam waktu santai, memperkuat ikatan keluarga. Informasi yang tersampaikan dengan baik akan diterima dengan senang hati dan membahagiakan. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang mendukung serta mencintainya akan memiliki karakter kuat, tak mudah terombang ambil oleh perubahan zaman. Tak hanya persoalan gagap teknologi yang harus diatasi namun juga gagap sosial, jangan sampai karena kecanggihan teknologi justru menciptakan individu yang gagap sosial.

Perkuat keluarga Indonesia, mulai dari meja makan menuju generasi cerdas ilmu dan berkarakter di era industri 4.0.


Salam

Eka Murti

#Revolusikeluarga4
#KeluargaIndustri4


Bukan Hanya Jomblo yang Dimanjakan oleh Lazada 11.11 Festival Belanja Terbesar


Bukan Hanya Jomblo yang Dimanjakan oleh Lazada 11.11 Festival Belanja Terbesar


lazada 11.11
My wish list

Lazada 11.11 adalah festival belanja terbesar yang dinanti-nantikan kedatangannya oleh para online shoper. Konon tanggal 11 bulan 11 atau 11 November adalah hari untuk para jomblo “single’s day” memanjakan diri dengan aneka hadiah bagi diri sendiri. Maka pada tanggal cantik itu digelar hari belanja yang memberikan diskon besar-besaran di negeri China. Sekarang kita juga bisa menikmati hari belanja 11.11 secara mudah melalui Lazada Indonesia, situs belanja online yang terpercaya.

Apa hanya jomblo alias para single saja yang bisa dapat diskon sampai 99% di Lazada? Oh, tentu tidak. Semua pelanggan mendapat kesempatan yang sama memiliki barang impian. Beberapa hari ini pelanggan pasti sudah membuat whist list atau daftar belanja yang diinginkannya, dan sudah bersiap-siap untuk menyambut Lazada 11.11.


My Wish List


Daftar belanja saya pasti berbeda dengan orang lain. Beberapa hari ini, saya melirik-lirik jajaran etalase toko di Lazada yang menawarkan aneka diskon keperluan traveling. Persiapan liburan akhir tahun tentunya. Sebagai pencinta pantai tak lupa saya masukkan aneka asesoris cantik seperti topi dan kaca mata hitam. Saya penggemar topi pantai yang lebar dengan model yang cantik, selain berfungsi menghalangi sinar matahari juga membuat penampilan makin stylish. Entah kenapa jika sudah memakai topi pantai lebar dan kaca mata hitam, saya langsung merasa keren, hahahaha (dilarang protes, kawan).

Selain itu ada Kamera dan tongsis canggih untuk keperluan fotografi. Rugi kan, kalau traveling jauh ketempat yang indah tapi kenangannya buram akibat kamera yang kurang maksimal. Tak ketinggalan koper untuk membawa semua perlengkapan traveling. Koper berkualitas bagus dan kuat sangat penting bagi orang yang sering berpergian. Tahu sendiri kan, kadang penanganan barang oleh maskapai bisa merusak koper.

Membuat daftar belanja itu penting agar kita fokus dengan apa yang ingin dibeli. Setidaknya saya yang pelupa ini, kalau tidak mmebuat daftar nanti yang diperlukan bisa terlewat karena asyik melirik sana-sini. Ayo fokus dengan wish kamu juga. Kalau sudah dapat semua, baru deh bisa ngelirik yang lain, ini berlaku hanya untuk belanjaan ya bukan untuk someone special. “Itu tidak boleh terjadi, Ferguso!”.

Ada apa di Hot Deals Lazada 11.11?

lazada 11.11
lazada 11.11

Slash It

Beberapa item ditawarkan dengan diskon yang didasarkan atas seberapa banyak pelanggan mendapat rekomendasi atau dukungan dari kawan-kawannya. Jadi, kalaua ada barang yang kamu inginkan dan bisa dibeli dengan harga murah, kamu harus rajin-rajin menghubungi teman untuk memberikan dukungan. Semakin banyak yang mendukung semakin besar pula potongan yang diberikan oleh Lazada.  Ada tiga pemenang yang beruntung setiap harinya. Program ini berlangsung sejak 1-11 November 2018.

Wonderland

Penggemar kisah pencarian harta karun pasti gembira dengan tantangan dari Lazada ini. Yups, kita digiring memasuki kota virtual dan toko-toko yang menyimpan kotak harta karun berisi voucher belanja. Berburu diskon dengan bermain game sungguh menyenangkan.

Shake It

Program satu ini khusus diadakan di aplikasi lazada yang bisa diunduh di gawai kita. Nantikan momen untuk menggoyang gawai agar mendapat voucher belanja yang ditawarkan Lazada. Yuk, kita goyang, Mang… makin sering digoyang makin banyak voucher yang bisa kita kumpulkan.

Flash Sale

Produk-produk paling popular akan di hadirkan oleh Lazada dengan harga fantastis. Potongan harga hingga 99%, artinya produk yang kita beli nyaris gratis. Flash sale digelar pada waktu-waktu tertentu pada tanggal 11 November 2018 hingga 11 sesi. Jangan sampai ketinggalan berjuang bersama pelanggan Lazada lainnya ya.



Program festival belanja Lazada 11.11 akan hadir sebentar lagi. Persiapkan diri memanjakan diri setelah berpeluh lelah bergelut dengan rutinitas harian kita.  Langsung saja meluncur ke sini http://lazada.co.id untuk mengikuti keseruannya.

Salam

Eka Murti