Explore Our Content Collection!

Browse through our gallery of expertly-crafted content to find the perfect one for your inspiring.

PERAN PUSTAKAWAN DALAM MEWUJUDKAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL


PERAN PUSTAKAWAN DALAM MEWUJUDKAN PERPUSTAKAAN BERBASIS INKLUSI SOSIAL


Perpustakaan sejak dahulu telah menjadi fondasi dalam penyebaran ilmu pengetahuan yang dapat menjangkau masyarakat secara luas. Beberapa dekade lalu mungkin terkesan perpustakaan sebagai lembaga eksklusif kaum terpelajar. Sejatinya justru perpustakaan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Meningkatkan angka melek alfabet bagi masyarakat yang belum terjangkau program pemberantasan buta huruf secara masiv.

Dengan fokus utama pada mendekatkan serta menjadikan perpustakaan sebagai salah satu pilar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka perpustakaan sudah selayaknya menjadi lembaga yang berbasis inklusi sosial.


RAKORNAS BIDANG PERPUSTAKAAN TAHUN 2019


Rakornas Bidang Perpustakaan tahun 2019 digelar dengan tema besar ” Peran pustakawan dalam mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat” di Hotel Bidakara, Jakarta 13- 16 Maret 2019.

Perhelatan Nasional ini merupakan penyatuan visi dan misi pustakawan seluruh Indonesia dalam menjalankan program-program pemerintah dalam bidang perpustakaan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Inklusi Sosial bermakna sebagai sebuah pendekatan untuk mengembangkan sebuah lingkungan yang terbuka dan melibatkan semua orang dari berbagai latar belakang (budaya, agama, karakteristik, dan lain sebagainya). 

Semua orang memiliki hak dan melaksanakan kewajiban secara setara. Maka Inklusi sosial adalah lingkungan sosial yang ramah dan meniadakan hambatan karena semua stakeholder yang terlibat saling menghargai perbedaan.

Seperti yang dipaparkan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Prioritas Nasional1: Pembangunan Manusia Melalui Pengurangan Kemiskinan dan Peningkatan Pelayanan Dasar. Terdapat 9 kegiatan Prioritas Nasional dengan jumlah anggaran Rp. 338.005.400.000 di 34 Propinsi di Indonesia.

Melawan kemiskinan dengan literasi informasi.

Melawan kemiskinan dengan lietarasi informasi


Penyebab:

1.    Keadaan  materi seseorang dan kemampuan akses informasi terkait TIK.
2.    Tak tersedianya informasi yang berkualitas dan kurangnya akses yang dibutuhan.
Ketidakmampuan orang dalam mendapatkan informasi yang berguna akibat pendidikan, pengalaman dan kontekstual


Solusi:

1.    Peningkatan akses informasi.
2.    Penguatan infrastruktur informasi.
Penguatan konteks  informasi bagi individu.


Hasil yang diharapkan adalah terciptanya keadilan informasi dan peningkatan literasi informasi yang akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
Pemaparan ini selaras dengan Kebijakan memperkuat budaya literasi dan perpustakaan dalam RT RPJMN 2020-2024 yang disampaikan oleh kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional .

Visi dan misi pembangunan dalam RPJPN menjadi landasan untuk mencapai tujuan dari RPJMN IV tahun 2020-2024, yang fokus untuk mewujudkan masyarakat Indonesia berpenghasilan menengah-atas yang sejahtera, adil, dan berkesinambungan melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang, dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di berbagai wilayah, yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

Selain itu, tujuan RPJMN IV tahun 2020 – 2024 telah sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), dimana sebagian besar dari tujuan global telah tercermin dalam agenda nasional.
Dukungan Legislasi

Mengingat pentingnya Literasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menjadikan penguatan literasi dalam kebijakan pendidikan nasional sebagai fondasi dalam menciptakan sumberdaya manusia yang memiliki daya saing di masa datang. Dalam era informasi yang semakin mudah terjangkau, diharapkan memiliki efek positif dalam meningkatnya kualitas pemahaman literasi pada generasi muda.

Gerakan Literasi Nasional



Kecakapan yang dibutuhkan pada abad 21 adalah:
  1. Karakter, kemampuan beradaptasi pada lingkungan yang dinamis
  2. Literasi kemampuan menerapkan kecakapan dasar sehari-hari.
  3. Kopetensi, kemampuan memecahkan masalah sehari-hari
Tiga kecakapan tersebut merupakan fondasi yang kuat bagi sumber daya manusia Indonesia untuk dapat bersaing dalam industri global, serta menempatkan Indonesia sebagai negara dengan masyarakat yang makmur.


Gerakan Literasi Nasional (GLN) meliputi tiga pilar: keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama ketua komisi X DPRRI DR. IR. Djoko Udjianto, MM mengatakan mendukung sepenuhnya program-program penguatan literasi dan menciptakan perpustakaan yang berbasis inklusi social melalui undang-undang yang mendukung kelancaran program maupun melalui persetujuan anggaran yang dibutuhkan.

Anggaran yang dibutuhkan dalam skala nasional untuk membangun sara dan prasarana peprustakaan berbasis inklusi memang tidak murah, namun hal itu menjadi penting mengingat peran perpustakaan dengan pustakawan sebagai ujung tombak pelaksana dalam menjalankan program yang berdampak bagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Hal ini menjadi krusial mengingat hasil kajian mengenai tingkat budaya baca menunjukkan Indonesia berada di kategori rendah dengan nilai rata-rata 52,92. (Perpusnas 2018). Sementara kajian mengenai tingkat budaya baca menunjukkan Indonesia berada di kategori rendah dengan nilai rata-rata 52,92. (Perpusnas 2018).

Tantangan

Tantangan dalam meningkatkan literasi masyarakat untuk kesejahteraan:
  • Meningkatkan kemerataan dan kualitas layanan perpustakaan dalam meningkatkan literasi masyarakat untuk kesejahteraan.
  • Meningkatkan kegemaran membaca guna membangun masyarakat berpengetahuan dan berkeahlian.
  • Mengembangkan repositori documenter (program/software) untuk diseminasi (menginformasikan pengetahuan) dan memajukan Iptek
  • Meningkatkan deposit dan preservasi bahan perpustakaan, serta kajian naskah Nusnatara untuk melestarikan khasanah bangsa.


Peran Pustakawan

Literasi Tingkatkan Produktifitas
Berdasarkan data dari OCLC (Online Computer Library Center) Lembaga jejaring Perpustakaan yang berbasis di Amerika Serikat  tahun 2018 menempatkan Indonesia menempati peringkat ke-2 dunia jumlah perpustakaan tertinggi. India menempati posisi pertama dengan jumlah 323,605 perpustakaan. Peringkat ke-3 Rusia 113,440 perpustakaan dan ke-4 China 105,831 perpustakaan.

Namun faktanya, baru 41% dari total penduduk Indonesia yang memanfaatkan Perpustakaan dengan tingkat kunjungan perpustakaan kurang dari 2% per hari dari jumlah penduduk. 

Oleh sebab itu pustakawan sebagai unjung tombak penggerak literasi diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai tempat masyarakat mencari informasi maupun mengembangkan potensi-potensi lainnya yang berdampak meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat secara signifikan.

Mendekatkan diri serta memetakan kebutuhan masyarakat dan mengakomodasinya sebagai satu kesatuan dalam program perpustakaan. Karakteristik masing-masing daerah dengan keunikan dan kebutuhan yang spesifik harus menjadi perhatian, jangan sampai apa yang disediakan bukanlah apa yang dibutuhkan.

Misalnya sebuah desa nelayan akan berbeda pendekatan dengan desa berbasis pertanian. Pustakawan di masing-masing daerahlah yang memahami kekuatan lokal dan menjadikannya sebagai program pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonomi dan industri.

Sebuah peran dengan tanggung jawab yang sangat besar diemban oleh para pustakawan di seluruh Indonesia. Harapan ke depan tentunya masyarakat semakin dekat dan bersama dengan perpustakaan mampu menghsilkan sinergi bagi kesejahteraan masyarakat.

Salam,

Eka Murti  

ALEENAHOZ BEAUTY: LOVE, CARE & SHARE


ALEENAHOZ BEAUTY: LOVE, CARE & SHARE

Aleenahoz Love, Care & Share

Pagi itu hujan deras mengguyur kawasan Kemayoran, Jakarta. Saya dan beberapa teman media berada di sebuah panti sosial yang dikelola oleh Pemda DKI Jakarta. Sebuah bangunan yang nampak seperti bangunan pemerintah lainnya, namun saat masuk kita akan menemukan berbagai ragam kisah pilu penghuninya.

Perempuan-perempuan yang berusaha untuk bangkit dan melanjutkan hidup. Beberapa adalah korban kekerasan dalam rumah tangga maupun korban kekerasan seksual. Namun saya melihat harapan terpancar dari mata perempuan-perempuan tangguh itu.

Hari itu mereka berkumpul di sebuah aula untuk mendapat pelatihan tentang spa khususnya pijat dari Aleenahoz Beauty yang berkantor pusat di wilayah Bulak Rantai, Jakarta Timur dan telah memiliki beberapa cabang di Jabodetabek.

Aleenahoz Beauty adalah sebuah “one stop beauty centre” yang berdiri sejak tahun 2013 serta memiliki tiga lini usaha: salon dan spa, mobile spa dan Beauty and Spa Academy. Saat ini pelanggan masih terfokus pada wanita saja, seperti lini mobile spa yang dikhususkan bagi wanita dan keluarganya di rumah. Sehingga meski tak sempat melakukan perawatan ke salon masih dapat melakukannya di rumah.

Love

Love your self- cintai dirimu. Penting bagi perempuan untuk bisa mencintai dirinya sendiri, dengan demikian akan tumbuh rasa percaya diri untuk menghadapi masalah apapun dalam hidup. Dengan mencintai diri sendiri kita pun mampu menumbuhkan rasa hormat pada diri sendiri.

Care


Care for others. Jangan melulu memikirkan diri sendiri. Jika kita telah memiliki rasa cinta dalam diri sendiri kita pun sudah seharusnya memperhatikan orang lain, lingkungan kita dari yang terkecil yaitu keluarga hingga lingkungan yang lebih luas.

Share


Share- berbagi. Apa yang kita miliki ada hak orang lain juga di dalamnya. Berbagi tak mengurangi nilai tapi justru menambahnya. Bukan hanya berbagai materi namun juga ilmu. Berbagi dengan hati agar sampai kepada penerima dengan baik dan bermanfaat.

LOVE, CARE & SHARE

Love, Care & Share

Dalam mengembangan usaha Aleenahoz bukan hanya mencari keuntungan belaka namun juga mengembalikannya dalam bentuk CSR kepada masnyarakat.  Karena usaha ini terfokus bagi perempuan maka CSR pun difokuskan bagi pengembangan dan pemberdayaan perempuan. Program tahunan kali ini melakukan pelatihan di Panti Sosial Perlindungan Bhakti Kasih. Beberapa orang terapis berpengalaman dari Aleenahoz dihadirkan khusus untuk memberi bimbingan pada peserta yang seluruhnya berjumlah tiga puluh orang.

Peserta menyimak dan mempraktikkan cara memijat yang benar

Peserta diberi bekal pengetahuan tentang pijat dan beberapa teknik dasar pijat. Bukan hanya sekadar teori namun juga langsung dipraktikan saat itu juga. Dengan antusiame tinggi peserta melakukan gerakan-gerakan seperti yang dicontohkan oleh terapis-terapis dari Aleenahoz. Acara berlangsung santai bahkan diselingi gurauan-gurauan yang mengundang tawa. Melihat wajah-wajah perempuan itu tersenyum hati saya terenyuh. Betapa keras kehidupan yang harus mereka hadapi. Tapi hidup terus berjalan, kita hanya harus terus melangkah satu demi satu. Jangan pernah menyerah.

Tindak Lanjut

Mbak Sasi & mbak Deta menyerahkan bingkisan yang diterima ibu Rietma

Jangan memberi ikan tapi berilah kail agar orang yang mendapat bantuan dapat mencari sendiri ikan yang dibutuhkannya. Namun Aleenahoz Beauty bukan hanya member kail atau dalam hal ini ketrampilan yang dibutuhkan namun juga sekaligus menyediakan kolamnya.

Beberapa peserta terpilih akan mendapatkan beasiswa untuk melakukan pelatihan lanjutan di Beauty and Spa Academy hingga dapat menjadi terapis di berbagai cabang Aleenahoz nantinya. Semakin banyak mitra yang bergabung maka semakin banyak pula kesempatan bagi terapis untuk mendapat pekerjaan.  Beauty and Spa bukan hanya bisa memijat saja memang, namun keseluruhan perawatan dari kepala sampai kaki, maka diperlukan keahlian khusus untuk menjadi terapis.

Kita bisa turut dalam program CSR dari Aleenahoz Beauty dengan membeli paket yang telah disediakan. Seperti yang dijelaskan oleh mbak Sasi (Direktur Pemasaran) dan mbak Deta (CEO), bahwa sebagian keuntungan akan digunakan untuk member bantuan modal bagi peserta pelatihan agar dapat bekerja mandiri, menerima pekerjaan melalui aplikasi yang telah bekerjasama dengan Aleena. Modal kerja tersebut adalah segala perlengkepan yang dibutuhkan dalam menjalani pekerjaan sebagai terapis pijat untuk home spa.

Dengan kemampuan memijat dasar ini mereka telah dapat menerima pekerjaan yang waktunya pun fleksibel. Dengan kemandirian ekonomi diharapkan perempuan-perempuan ini mampu untuk hidup di dunia nyata dengan mengandalkan kemampuannya sendiri. Tak lagi merasa tak berdaya menghadapi masa depan.

Yuk, rawat tubuh kita sekaligus berbagi dengan sesama dengan membeli paket pelayanan dari Aleenahoz Beauty (Instagram: Aleenahozbeauty). Tubuh, pikiran dan jiwa yang terpelihara akan membuat hidup kita semakin berkualitas. Feel good, do good!

Salam,

Eka Murti



Yogyakarta dan Kenangan Sepanjang Masa

Candi Prambanan (Doc. Pribadi)


Yogyakarta dan Kenangan Sepanjang Masa

Setiap kali mendengar nama Yogyakarta disebut makan kenangan-kenangan manis akan berkelebat dalam ingatan. Seperti sebuah etalase dengan pernak pernik cantik membuat senyum terkembang tanpa sadar. Ingatan manis akan menarik kita untuk kembali ke sana, ke tempat itu, ke waktu itu. Bukan hanya untuk mengulang kembali namun juga menciptakan kenangan baru.


Yogyakarta ibarat kota klasik yang romatis. Sebuah kota yang cocok untuk menciptakan kenangan manis. Bersama orang yang kita cintai tak perlu terbang jauh-jauh pergi ke Paris di Prancis. Menyusuri jalan Malioboro dengan aneka keramaian pedagang dan sajian kulinernya merupakan sebuah pengalaman unik yang menyenangkan. Saya lebih suka menyusurinya di sore hari saat panas matahari tak terlalu terik. Senja dengan semburat jinggamenjadi latar belakang foto kenangan yang cantik. Ketika malam datang keramaian tak surut justru semakin intens. Berjalan santai sambil bergandengan tangan, merekam setiap detail dalam lipatan memori.

Malioboro Yogyakarta, via Traveloka


Tapi Yogyakarta bukan hanya seputaran Maliboro saja. Jika ingin menikmati aneka kuliner dengan ragam pilihan kita bisa datang ke Taman Pelangi di daerah Ngaglik. Dengan warna warni lampion di malam hari nampak seperti pelangi. Apalagi yang lebih romatis dari berjalan dengan pasangan dengan latar belakang lampion-lampion cantik ini?

Menikmati malam yang panjang di Yogyakarta tak afdol jika belum mengunjungi Bukit Bintang. Sebuah spot untuk menciptakan kisah romatis kita sendiri. Pilih saja sebuah café untuk menikmatinya. Ditemani minuman hangat dan aneka cemilan kita bisa menikmati malam dengan saling berbagi kisah serta menikmati pemandangan. Pemandangan apa yang bisa dinikmati malam-malam? Kelap kelip lampu di kota Yogyakarta nampak seperti kilauan bintang di malam hari jika dilihat dari Bukit Bintang. Udara yang dingin dan semilir angin berhembus perlahan diiringi lagu-lagu dari musik live, kita tak perlu banyak bicara hanya diam dan saling menatap pun sudah sangat romatis.

Bagi saya pribadi romatis itu bukan hanya soal suasana, namun juga petualangan. Bulan madu di Jogja dengan menjelajah tempat-tempat baru sungguh mengasyikan. Saya termasuk penyuka sejarah dan kisah-kisah dibalik aneka peninggalan masa lalu yang menjadi misteri merupakan hal yang membuat imajinasi saya berkeliaran. Hanya dengan mendatangi situs-situs bersejarah saja sudah membuat saya terpesona. Seperti di candi Prambanan. Sebuah candi dengan latar belakang kisah percintaan yang fenomenal antara Bandung Bondowoso dan Roro Jongrang. Saat ada seorang pria yang berusaha begitu keras demi mendapatkan wanita yang dicintainya seperti Bandung Bondowoso itu, kok saya yang meleleh ya. Duh, romatis banget deh.

Salah satu spot cantik untuk berfoto bersama orang tersayang
dengan latar belakang candi Prambanan

Kisah mereka memiliki akhir yang tragis. Hmmm.. meski begitu jangan khawatir mendatangi tempat wisata ini bersama pasangan saat berbulan madu. Percayalah, setiap pasangan pasti memiliki ujian-ujian yang harus dihadapi sepanjang waktu. Berbulan madu ke tempat ini justru bisa menguatkan pernikahan, awali dengan kenangan manis yang akan selalu diingat jika pasangan menghadapi masa sulit di kemudian hari. Selain itu kita juga perlu punya "Me Time" sebagai sarana refreshing seperti yang saya lakukan ini https://www.jagatmaheswari.com/2018/11/me-time-kekunoan-ala-emak-blogger.html.

Situs Keraton Ratu Boko terletak tak jauh dari candi Pramban. Jangan salah paham Ratu Boko itu bukan nama seorang perempuan, lho, tetapi ayah Roro Jongrang. Sehingga keberadaan candi ini tentunya masih terkait dengan Candi Prambanan. Jangan lupa mampir kesini juga, berfoto dengan latar belakang candi yang artistik dan bersejarah.

Situs Keraton Ratu Boko (Doc. Pribadi)


Yogyakarta memang kental dengan sejarah dan budaya jawa, itu yang membuat kota ini sangat unik dan menginspirasi untuk dijelahi. Namun tentu saja masih banyak lokasi wisata yang bisa didatangi. Daripada pusing-pusing memikirkan memesan hotel, serta memesan tiket pesawat secara terpisah lebih nyaman dan mudah jika memesan paket wisata yang kita inginkan. Salah satu cara yang saya gunakan adalah menggunakan layanan dari Traveloka. Selama ini saya pikir hanya menyediakan tiket saja. Akan tetapi ternyata sekarang sudah tersedia paket-paket wisata dengan harga lebih murah.

ciptakan kenangan bulan madu yang indah bersama pasangan
via pixabay

Kita tetap bisa mengatur sendiri perjalanan yang diinginkan. Paket hemat untuk bulan madu di Jogja dengan aneka pilihan dari Traveloka. Bukan hanya yang telah disebutkan di atas saja, tetapi juga bisa memilih paket ke Kalibiru, hutan pinus imogiri, Gemuk Pasir, maupun Kebun Buah Mangunan. Jadi jika kita ingin mendatangi tempat-tempat tersebut tak perlu repot lagi memikirkan transportasinya. Cukup memesan di Traveloka saja semua sudah tersedia .Budget terbatas pun tak masalah, kita tetap bisa berbulan madu dengan romatis dan memiliki banyak kenangan indah tentunya.

Salam

Eka Murti

KBA LENGKONG KULON, WUJUD KONTRIBUSI ASTRA UNTUK NEGERI

KBA LENGKONG KULON, WUJUD KONTRIBUSI ASTRA UNTUK NEGERI

KBA LENGKONG KULON

Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta.
Tetapi Indonesia baru akan bercahaya karena lilin-lilin kecil di Desa.
-Bung Hatta-

Hari menjelang siang ketika rombongan kami memasuki kp. Sawah Lengkong Kulon, Tangerang, Banten. Hari itu kami bersama Astra mengunjungi salah satu dari  77 Kampung Berserti Astra (KBA) yang tersebar di 34 Propinsi di Indonesia dan juga 300 Desa Sejahtera Astra di 100 kabupaten di Indonesia. KBA ini terletak hanya semparan bati dari ibu kota.

Cuaca cerah dengan matahari bersinar seolah gembira menyambut kedatangan kami. Rasa penasaran kami disambut senyum cerah warga dan aparat Lengkong Kulon. Saat itua mereka menrima kami di pelataran masjid Al-Istiqomah yang rupanya juga  merupakan pusat kegiatan masyarakat.

Seperti rombongan pengantin saja kami harus menghadapi “palang pintu”. Sebuah tradisi Betawi untuk menyambut kedatangan  rombongan mempelai pria di kediaman mempelai wanita, namun kali ini kamilah “mempelainya”. Berbalas pantun serta beberapa jurus silat andalan diperagakan oleh kedua belah pihak, mewakili tamu dan tuan rumah.

Sambutan yang sangat meriah ini mengagetkan saya, karen awalnya hanya berpikir ini hanya semacam tour keliling kampung biasa saja. Namun ternyata sungguh berbeda, dan saya serta rombongan sangat terkesan.

Kampung Berseri Astra (KBA)


Kampung Berseri Astra (KBA) adalah program kontribusi sosial Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintergrasikan 4 pilar program yaitu: Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan. Sejalan dengan program pemerintah untuk memajukan desa dan mewujudkan desa maju.

Dengan program empat pilar tersebut diharapkan pembangungan desa dan masyarakat dapat dilaksanakan secara menyelruhun. Bukan hanya infrastruktur saja, namun pembangungan manusia juga penting.

 Pilar Kesehatan



Di samping masjid Al-Istiqomah terdapat bangunan yang terpisah namun masih berada dalam satu area halaman. Bangunan tersebut digunakan masyarakat sebagai tempat aktivitas menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Bukan berupa Puskesman tentu saja, namun selalu ada dokter yang memeriksa kondisi masyarakat serta memberikan saran atau rujukan untuk ke pusat layanan kesehatan jika diperlukan.

Yang dilakukan dalam program KBA adalah berdirinya POSYANDU dan POSBINDU. Jika POSYANDU untuk balita makan POSBINDU diperuntukan bagi lansia. Bayi dan lansia serta ibu hamil dan menyusui merupakan golongan rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Di sana mereka mendapat pelayanan untuk mengecek kondisi tubuh seperti tekanan darah, berat badan, kadar gula darah dan lain-lain. Selain itu bagi yang ingin membuat BPJS atau pun mendaftar berobat di layanan kesehatan  bisa dibantu disini.

Khusus untuk ibu menyusui ada program ASI ekslusif yang dipantau oleh beberapa tenaga sukarelawan yang juga merupakan warga setempat. Bagi ibu yang lulus ASI eksklusif diberikan penghargaan sebagi apresiasi serta untuk menyemangati ibu-ibu lain agar melakukan ASI eksklusif bagi bayinya. Peran lingkungan sangat penting dalam mendampingi ibu menyusui, sehingga Ibu tidak merasa sendirian menghadapi kondisinya. Karena secara psikologis masa-masa melahirkan dan menyusui merupakan masa rentan secara emosional bagi Ibu. Dengan dukungan penuh dari jarring pendukung yang kuat diharpkan ibu merasa tenang dan kesehatan bayi terpantau.

Pilar Pendidikan


Astra mendirikan sekolah PAUD dan Taman Kanak-kanak yang mempermudah akses bagi anak usia dini men genal pendidikan. Terletak di tengah-tengah pemukiman warga dan mudah terjangkau bagi masyarakat.

Bukan hanya sekolah tetapi juga fasilitas pendukung lain seperti Gerobak Pintar yang berisi buku-buku bacan  bermutu untuk meningkatkan minat baca warga, khususnya anak-anak. Akses yang mudah pada buku berkualitas dengan pendampingan guru member kesempatan anak-anak untuk mengenal buku serta gemar membaca.

Pilar Lingkungan


Ada hal menarik yang bisa dipelajari dari Lengkong Kulon dalam hal lingkungan. Pengelolaan lingkungan dilakukan secara bergotong-royong. Tanah yang terdapat di wilayah itu dikelola secara mandiri oleh warga dengan pendampingan penuh dari ASTRA.

Dari pengetahuan tentang tanaman maupun pola tanam yang awalnya nol, kini warga Lengkong Kulon berhasil menjadikannya sebagai lahan produktif dan menghasilkan. Produk sayu-mayur dengan kualitas yang bagus dijual kembali kepada masyarakat.

Bukan hanya itu saja, cara pengolahan pupuk pun dipelajari dan disediakan alat-alat pendukungnya, sehingga kini telah berhasil memproduksi pupuk cair maupun padat sendiri. Dibeberapa lahan menganggur serta halaman warga kini dipenuhi tanaman TOGA atau Taman Obat Keluarga.

Pilar Kewirausahaan



Berkembangnya sabuah wilayah ditandai dengan majunya perekonomian masyarakatnya. Oleh karena itu maka Pilar Kewirausahaan merupakan pilar penting lainnya yang menjadi fokus dari KBA. Memberdayakan potensi ekonomi masyarakat dengan keunggulan lokal.

Dengan pengolahan lingkungan yang berhasil terdapat pruduk samping yang dapat dijadikan lahan ekonomi warga. Seperti memjual aneka sayur dan jus segar dalam kemasan. Satu produk unggulan lain yang saat ini sedang mereka perkenalkan sebagai ciri khas Lengkong Kulon adalah Teh Teleng. The ini berasal dari bunga Teleng yang jika dikonsumsi secara teratur memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan.

Kontribusi Astra Untuk Negeri




Dalam kurun waktu satu tahun sejak Lengkong Kulon menjadi mantra Kampung Berseri Astra telah nampak kemajuan yang dirasakan warga. Bukan hanya karena berkembangannya empat pilar program tersebut yang tentu saja terasa manfaat langsung bagi warga. Namun juga kontribusi ASTRA tersebut ternyata “membangunkan” kesadaran warga akan kuatnya rasa kebersamaan di antara mereka serta potensi-potensi warga yang ternyata bisa berkembang dengan bimbingan dan dukungan yang tepat.

Kontribusi ASTRA bukan hanya berupa dukungan materi saja namun juga dukungan personel pembimbing yang kompeten di bidangnya, sehingga program kerja dapat tercapai sesuai rencana.
Selama satu tahun ini telah banyak penghargaan yang diraih Lengkong Kulon, bahkan telah menjadi KBA percontohan yang sukses dan sering diminta memberikan berbagi  pengalaman keberhasilannya. Tentu saja prestasi ini berdampak besar dalam meningkatkan rasa percaya diri warga serta semakin bersemangat dalam membangun desanya.

Tak terasa, hari beranjak siang ketika tour keliling kampung berakhir. Gotong-royong dan guyub khas warga Lengkong Kulon tidak hanya nampak pada kerja keras mereka di lapangan, nemun juga saat makan. Dengan berkumpul bersama kami menikmati makan siang lesehan dengan menu nasi liwet dan lauk pauk sederhana yang saat disantap bersama-sama terasa nikmat.

Dalam kesederhanaan, segala sesuatu menajdi mudah dan indah dengan kebersamaan. Ah, akhirnya perjalanan hari itu harus diakhiri. Saya akan kembali ke rumah dengan kenangan manis dan menginspirasi tentang kampung Sawah Lengkong Kulon.

Melalui Kampung Berseri Astra, perusahaan dan masyarakat bersama-sama meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mewujudkan wilayah yang sehat, cerdas, produktif dan berwawasan lingkungan. Membangun desa untuk Indonesia sejahtera.


Salam

Eka Murti

#SemangatKampungIndonesia
#KitaSATUIndonesia
#LFAAPABSD

Perempuan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IT) dalam Menyongsong Era Industri 4.0


Perempuan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IT) dalam Menyongsong Era Industri 4.0

IWITA Bersama Komunitas Sahabat Blogger

Teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet saat ini sudah merambah ke sektor privat. Artinya di dalam rumah pun teknologi digital sudah menjadi hal yang lumrah. Menurut data Susesnas, maret 2017 terdapat 30.15% perempuan berusia 15 tahun ke atas yang mengakses internet.  Perempuan Indonesia sudah mulai menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap era memiliki ciri khas tersendiri, baik secara sosial, budaya maupun industri. Sebentar lagi kita akan memasuki tahap industri 4.0 dimana teknologi otomatisasi digabungkan dengan teknologi cyber. Secara sederhana bisa dikatakan sebagai era dimana konsumen dan produsen terhubung dan bertransaksi secara langsung melalui dunia maya. Batas-batas fisik mulai melebur. Segala sesuatu dilakukan melalui teknologi internet (Internet of Things), termasuk sistem cyber-fisik, komputasi awan dan komputasi kognitif.

Perempuan dan Teknologi Digital

Pembangunan berbasis gender telah berhasil meningkatkan peran perempuan dalam bidang sosial, ekonomi dan politik. Namun faktanya pembangunan gender belum sepenuhnya diikuti pemberdayaan gender. Pembangunan manusia berbasis gender memiliki makna perbaikan kualitas hidup yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Sudah saatnya perempuan memberdayakan diri sendiri dan lingkungannya menyongsong era industri 4.0. Persiapkan mindset dan mental kaum perempuan agar dapat mengikuti laju perkembangan teknologi digital. Perempuan Indonesia harus melek teknologi agar mampu berperan aktif dalam mengisi pembangunan.

IWITA  (Indonesia Women IT Awareness) sebuah organisasi perempuan yang memiliki misi, “Menciptakan kesadaran perempuan Indonesia akan manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pengembangan produktivitas pribadi di bidang TI dan peningkatan ekonomi keluarga” mengadakan acara sharing session bersama Komunitas Sahabat Blogger.
Acara ini merupakan kegiatan rutin IWITA menyongsong akhir tahun, sebagai salah satu bentuk persiapan untuk melaksanakan program-program di tahun berikutnya. Menghadirkan ibu Mubarika Darmayanti sebagai narasumber membahas digital economy bagi perempuan Indonesia, secara spesifik membahas digital marketing.
Pembicaraan berlangsung santai namun esensi materinya sungguh menjadi renungan bagi kita untuk mulai dan terus bergerak ke depan. Mengakrabi teknologi digital dan memanfaatkannya secara positif.
Manfaat teknologi interent bukan hanya sebagai kesenangan bermedia sosial saja, namun juga memberikan peluang usaha dan mendapatkan penghasilan. Meski tetap berada di rumah bukan hal mustahil bagi perempuan menjangkau target market yang lebih luas.

Manfaatkan Sosial Media untuk Menambah Penghasilan


Hasil Susesnas, maret 2017 mendapati bahwa 79,92% perempuan menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Hal ini adalah sebuah peluang yang sangat besar untuk memasarkan produk apapun yang ingin kita jual.
Ibu Mubarika memberikan tips bagi perempuan yang ingin mengembangkan usaha:
  1. Konsisten menambah pertemanan, minimal 10 kali lipat dari jumlah pembeli yang kita harapkan.
  2. Memiliki rekan usaha, sebagai perempuan dengan banyak tanggung jawab dan harus tetap memprioritaskan keluarga, kita membutuhkan rekan usaha yang mampu mengimbangi kekurangan kita. Rekan yang memiliki misi dan visi yang sama dalam mengembangkan usaha sangat diperlukan agar usaha kita bisa terus berjalan.
  3. Minimal memiliki 5 supplier. Sehingga kita tidak tergantung hanya pada satu supplier saja, hal ini akan sangat merepotkan jika rantai supply kita terputus sewaktu-waktu usaha kita akan terganggu.
  4. Temukan pembeda dengan usaha sejenis. Meski di era digital kemudahan menjadi raja tetapi memiliki ciri khas dan kelebihan dari usaha sejenis tetap diperlukan. Memberikan kelebihan pelayanan atau produk yang lebih unggul merupakan salah satu poin dalam pembeda dari kompetitor.
 

Harapan untuk IWITA di tahun 2019


IWITA dan Komunitas Sahabat Blogger


Sebagai organisasi perempuan yang memberdayakan perempuan agar melek teknologi dan bisa memanfaatkannya secara posisitif, saya berharap IWITA semakin banyak melaksanakan program-program off line agar informasi dapat diserap secara utuh. Beberapa workshop diadakan bagi perempuan Indonesia agar dapat secara langsung belajar bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha.
Menjadi orang tua di era digital juga merupakan tantangan tersendiri. Maka IWITA dapat mengambil peran mempropagandakan orang tua digital yang memiliki pemahaman dunia teknologi informasi sekaligus memiliki landasan kasih sayang dan kedekatan keluarga dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Pemberdayaan perempuan bukan hanya sekadar wacana, dibutuhkan usaha sungguh-sungguh dan konsisten agar perempuan Indonesia memahami, menerima, dan mengembangkan diri sendiri. Sehingga dapat berperan maksimal bagi lingkungannya, sesama perempuan, keluarga dan masyarakat luas.
 
 
Salam,
Eka Murti
 
 
 

YUK, TANYA MARLO! UNTUK INFORMASI AKURAT HIV/AIDS


YUK, TANYA MARLO! UNTUK INFORMASI AKURAT HIV/AIDS

Jika kita sedang bingung tentang suatu hal terkait kesehatan, ingin bertanya kepada petugas medis tapi malu atau takut, lalu kemana kita akan mencari jawaban? Rumput yang bergoyang mungkin akan mendengarkan semua keluh kesah kita, tapi tidak akan memberikan jawaban yang tepat. Apalagi jika informasi yang kita butuhkan terkait penyakit menular yang masih memiliki stigma negatif di mata masyarakat seperti HIV/AIDS. Sekarang kita bisa Tanya Marlo, lho.

Pada tahun 2016 di Indonesia terdapat 48.000 pasien baru terinfeksi HIV dan 38.000 penderita AIDS meninggal dunia. Sementara ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) mencapai 620.000 orang, namun hanya 13% saja yang mendapat pengobatan.

Yuk, kenalan sama Marlo!



Sebelum bertanya macam-macam soal HIVAids kita kenalan dulu sama Marlo. Siapakah Marlo? Tanya Marlo adalah nama sebuah chat-bot yang merupakan inovasi hasil kerja sama UNAIDS Indonesia dengan Nimbly Technologies untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS dan permintaan untuk tes HIV di kalangan muda Jakarta .  Moblie chat platform ini terintegrasi dengan LINE, yang bertujuan untuk membantu anak muda Jakarta dan seluruh Indonesia untuk mengakses informasi dan layanan terkait HIV/AIDS secara mudah dan terjamin kerahasiaannya.

Yuk, Tanya Marlo!

 “Bersama mitra developer kami Nimbly Technologies dan Botika, kami menghadirkan Tanya Marlo untuk menjawab tantangan seputar HIV dan AIDS di Indonesia. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, kami ingin berinteraksi melalui cara-cara baru dengan generasi muda yang mungkin belum terjangkau dengan informasi mengenai HIV dan AIDS,” kata Krittayawan (Tina) Boonto, UNAIDS Indonesia Country Director pada peluncuran Tanya Marlo di Jakarta,18 Desember 2018.

Kenapa Marlo?


Memperkenalkan Marlo sebagai ikon chat-bot, dengan karakter teman yang ramah bagi semua orang yang membutuhkan informasi dan konsultasi HIV/AIDS dengan tujuan agar informasi tersebar secara merata terutama pada generasi muda.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI, di Indonesia saat ini diperkirakan terdapat sekitar 640 ribu orang yang hidup dengan HIV, dimana diperkirakan baru 48% ODHA mengetahui status HIV mereka. Jumlah infeksi baru HIV tertinggi di kalangan kaum muda usia 15-24 tahun, mencapai angka 52% dari total infeksi HIV baru.

Hanya 48% ODHA di Indonesia yang mengetahui status HIVnya. Bahkan hingga saat ini, masih banyak dari mereka yang enggan atau tidak percaya diri untuk melakukan tes HIV. Rasa takut mendapatkan stigma dari masyarakat masih menjadi faktor utama. Bahkan masih banyak yang tidak merasa menjalani hidup dengan resiko terinfeksi HIV.

Di era digital saat ini cara termudah menjangkau berbagai kalangan khususnya kaum muda adalah melalui teknologi yang mudah diakses seperti media sosial. Tina menyatakan salah satu alasan platform Chat-bot Marlo, “Kami melihat media sosial sebagai kanal komunikasi yang sangat potensial, khususnya aplikasi chat. Oleh karena itulah kami memutuskan untuk berinteraksi melalui sebuah chat-bot, yang kami integrasikan dengan LINE.”

Banyak ODHA yang hidup dalam kesendirian, tanpa teman atau dukungan dari lingkungan sekitar karena masih banyaknya persepsi dan kekhawatiran yang salah mengenai bagaimana HIV dapat ditularkan. Inilah salah satu faktor utama mengapa banyakODHA tidak berkonsultasi mengenai kondisi mereka, sehingga tidak memiliki pemahaman yang cukup mengenai pengobatan HIV. Melalui kanal Chat-bot ini kerahasiaan pengakses Tanya Marlo terjamin. Sehingga tak ada yang perlu di kawatirkan jika ingin mendapat informasi secara akurat menganai HIV/AIDS.

Dengan demikian siapapun, khususnya kaum muda akan merasa nyaman berinteraksi dengan Tanya Marlo. Diharapkan semakin luas pengetahuan mengenai HIV/AIDS di kalangan masyarakat akan mengurangi stigma negatif terhadap penyakit HIV/AIDS maupun ODHA.

Apa yang bisa dibantu Marlo?


Untuk bisa mengobrol dengan Marlo pertama-tama kita harus add @TanyaMarlo di Line, kemudian kita bisa memilih fitur yang sesuai kebutuhan kita. Fitur yang tersedia di Tanya Marlo antara lain:

Info HIV

fitur yang menyediakan segala informasi seputar HIV dan AIDS, yang disampaikan melalui konten-konten menarik seperti artikel, infografis, perbandingan mitos dan fakta, dan video.

Kuis

permainan kuis mengasyikkan yang akan menantang pengetahuan dan pemahaman mengenai HIV dan AIDS, melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana dan menyenangkan.

Konsultasi

fitur yang memberikan akses ke konselor terpercaya bagi yang membutuhkan saran atau ingin bertanya tentang HIV dan AIDS secara lebih lanjut dan pengobatannya. Tanya Marlo menjamin kerahasiaan dan kenyamanan setiap pengguna.

Tes HIV

Tanya Marlo memberikan kenyamanan bagi siapapun yang membutuhkan informasi tentang klinik-klinik yang menyediakan jasa tes HIV, termasuk lokasi, tatacara, dan jam operasional. Terlebih lagi, bagi pengguna yang ingin melakukan tes HIV di Jakarta, dapat membuat janji untuk melakukan tes HIV secara online melalui Tanya Marlo.

Tina menjelaskan, “Sejalan dengan kebijakan Test and Treat HIV dan AIDS dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah orang yang mengikuti tes HIV, UNAIDS melalui Tanya Marlo menyediakan akses dan langkah-langkah mudah untuk menemukan klinik terpilih dan terdekat, yang memberikan layanan tes HIV, dengan jaminan privasi dan kenyamanan.”

Bersinergi menuju Fast Track 2020


Pemerintah Indonesia sudah beberapa tahun belakangan bekerjasama dengan UNAIDS, untuk mengatasi permasalahan HIV dan AIDS di Indonesia. Mulai dari mengurangi angka infeksi baru HIV, melakukan kampanye pencegahan, hingga mengurangi praktik diskriminasi terhadap ODHA.

Populasi yang paling banyak terinfeksi HIV:
  • Pekerja sex komersial sekitar 5.3%
  • Kaum homoseksual berkisar 25,8%
  • Pengguna narkoba dengan jarum suntik sekitar 28.76%
  • Kaum transgender sekitar 24.8%
  • Tahanan sekitar 2.6%

Sumber data: http://www.unaids.org/en/regionscountries/countries/indonesia

Masih banyak kalangan masyarakat yang belum mengetahui statusnya, terutama mereka yang merasa tidak menjalani hidup bersiko HIV seperti kaum muda dan ibu rumah tangga karena tidak memahami tanda-tanda atau gejalanya. Sementara yang beresiko tinggi pun masih takut untuk menjalani tes HIV.

Dengan mudahnya akses informasi HIV/AIDS melalui Tanya Marlo ini, diharapkan semakin banyak informasi yang benar tersebar kepada masyarakat luas.  

Melalui Tanya Marlo, UNAIDS membantu pencapaian komitmen Indonesia menuju Fast Track 2020, yakni 90% orang yang hidup dengan HIV/AIDS mengetahui statusnya; 90% orang yang mengetahui statusnya mengakses pengobatan; 90% orang yang ada dalam pengobatan memiliki jumlah virus dalam tubuh(viral load) yang tidak terdeteksi; dan mewujudkan nol diskriminasi terhadap ODHA.

Pahami HIV/AIDS dengan benar, sebarkan informasi secara luas. Yuk, Tanya Marlo!

Salam,
Eka Murti